Migrasi Ubur-ubur ke Laut Utara Jawa Akibat Perubahan Iklim Dingin

Migrasi Ubur-ubur ke Laut Utara Jawa Akibat Perubahan Iklim Dingin

WinNetNews.com - Ribuan ubur-ubur menggerubungi Dermaga Paiton tepatnya di belakang PLTU Paiton sejak 26 April. Badan Metereologi Klimatologi dan Geologi (BMKG), Hari Tirto Djatmiko menyebut hadirnya migrasi jutaan ubur-ubur ke laut Jawa, dikarenakan di perairan Australia mengalami iklim dingin ekstrem.

"Di laut Australia, saat ini mengalami cuaca dingin, berakibat biota laut ini bermigrasi ke laut utara Jawa. Perubahan iklim dingin di Australia dan pergantian musim kemarau ke hujan, memungkinkan migrasi laut berkelompok, dengan gelombang dan arus masuk ke Jawa," kata Hari Tirto, Senin (2/5/2016).

Akibatnya, sangat berdampak buruk terhadap nelayan saat mencari ikan. Tak hanya itu, gerombolan ubur-ubur juga menutup selang penyedot air laut, untuk pendinginan mesin penghasil listrik.

Sementara PLTU unit 9 dan 6 memutuskan untuk tidak produksi listrik sejak sepekan. Dan menyebabkan terjadinya pemadaman bergilir di sebagian daerah.

"Masih menunggu jalannya perbaikan, semoga perbaikan ini tidak sampai 12 hari kedepan," kata General Manager PJB PLTU Paiton, Arif Teguh Sutrisno.

Pihak PLTU sendiri, akan terus kebut perbaikan mesin pedingin yang rusak. Dan berjanji akan selesai 12 hari kedepan kembali normal produksi listrik sehari 645 mega watt, untuk mengaliri lisrtik se-Jawa Bali.

Dilansir dari detik(dot)com