Minyak Dunia Tetap Stabil Pagi Ini Setelah Bom Brussels

Minyak Dunia Tetap Stabil Pagi Ini Setelah Bom Brussels

Rabu, 23 Mar 2016 | 08:35 | Gunawan Wibisono
WinNetnews.com - Serangan bom di Brussels, Belgia, kemarin (22/03) yang menewaskan 35 orang, tidak terlalu berpengaruh terhadap harga minyak dunia pada perdagangan Selasa malam atau Rabu pagi WIB (23/03) yang ditutup flat atau naik tipis.

Para analis mengatakan serangan bom Brussel cenderung menghambat aktivitas ekonomi sehingga menempatkan tekanan pada harga minyak, karena Bandara Zaventem Brussels menjadi salah satu dari dua target pengeboman, yang diklaim kelompok Negara Islam (Islamic State/IS). "Apa yang telah kita lihat di masa lalu bahwa serangan teror, menimbulkan kekhawatiran akan mengakibatkan penurunan permintaan," kata Phil Flynn dari Price Futures Group.

Phil mengatakan, Bandara Zaventem Brussels adalah bandara yang sangat populer di Eropa. "Ada kekhawatiran bahwa orang akan membatalkan liburan, dan kemungkinan permintaan untuk bahan bakar jet turun," kata dia.

Sedangkan, Sekretaris Jenderal OPEC Abdalla el-Badri di Wina Senin mengatakan bahwa 15 negara atau 16 negara akan bergabung dalam pembicaraan tentang pembatasan produksi di Doha pada 17 April. Badri memperkirakan, dengan harga minyak sudah berada di "posisi terbawahnya" (support) maka minyak mentah akan mengalami kenaikan moderat.

Sementara itu, Kementerian minyak Qatar telah mengundang Iran dalam pertemuan mendatang, meski Teheran bersikeras tidak siap menerima pembatasan produksi. Keengganan Iran telah membuat harga minyak mentah dunia di bawah tekanan.

Menurut laporan bulanan terbaru OPEC, Iran memproduksi 3,1 juta barel minyak mentah per hari pada Februari, naik dari 2,9 juta pada Januari. Sementara total produksi OPEC turun 175.000 barel per hari pada Februari menjadi rata-rata 32,28 juta barel per hari, terutama karena penurunan tajam produksi Irak dan penurunan Nigeria dan Uni Emirat Arab.

Analis CMC Markets, Michael McCarthy, yang berbasis di Sydney, mengatakan pedagang tidak berharap banyak dari pertemuan Qatar. "Saya akan terkejut jika orang banyak berharap untuk pertemuan ini," katanya kepada AFP.

Dilansir dari laman Beritasatu.com/Antara.news/AFP

Foto: beritaenam.com

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...