(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Minyak Mentah Berhasil Keluar dari Posisi Terendahnya

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Minyak Mentah Berhasil Keluar dari Posisi Terendahnya

Harga minyak mentah berhasil naik dari posisi terendah enam bulanan, setelah para investor bertaruh penurunan stok di Amerika Serikat (AS) akan mengimbangi banjir pasokan minyak global dan krisis pasar saham China.

Minyak berhasil mengalami short-covering, setelah aksi jual empat hari yang membuat minyak mentah turun 6-7 persen. Meski demikian, beberapa orang percaya jika harga minyak mentah tetap mengalami kerugian.

"Kami mendapatkan bouncing, tapi saya akan melakukan penjualan jika ada penguatan," kata analis Tyche Capital Advisors, Tariq Zahir, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (29/7/2015).

Brent berjangka naik 17 sen atau 0,3 persen ke USD53,30 per barel, setelah turun di USD52,28 per barel, terendah sejak awal Februari. Sedangkan minyak mentah berjangka AS ditutup naik 59 sen atau 1,2 persen ke USD47,98 per barel.

American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri, mengatakan persediaan minyak mentah AS turun 1,9 juta barel pekan lalu. Minyak mentah berjangka AS mencapai level tertinggi level 2015 di atas USD62 per barel tiga bulan yang lalu.

(cn) 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});