Skip to main content

Minyak Mentah Capai Posisi Terendah Empat Bulanan

Minyak Mentah Capai Posisi Terendah Empat Bulanan
Minyak Mentah Capai Posisi Terendah Empat Bulanan

Minyak mentah berjangka mencapai posisi terendah empat bulanan setelah penurunan tajam di pasar saham China memicu kekhawatiran tentang ekonomi konsumen energi terbesar di dunia tersebut. Di sisi lain, pasokan minyak yang masih menumpuk membuat harga minyak mentah semakin tertekan.

Minyak juga tertekan oleh kenaikan tajam kegiatan pengeboran AS, karena produsen minyak menambahkan 21 rig pekan lalu, terbesar dalam lebih dari satu tahun. Ini menunjukkan sebuah bahwa output minyak mentah berjangka pulih dari posisi terendah enam tahunan di pertama kuartal.

"Kombinasi dari penurunan pasar saham Cina dan meningkatnya pasokan minyak mentah membebani minyak. Namun, support Brent masih terlihat di atas USD50 dan minyak mentah AS di atas USD45. Ada banyak lindung nilai terjadi di level tersebut," kata direktur Pengembangan bisnis minyak dan gas Frost & Sullivan, Carl Larry, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (28/7/2015).

Minyak mentah Brent turun USD1,15 atau 2 persen menjadi USD53,47 per barel. Sementara minyak mentah AS, turun 75 sen atau 1,6 persen menjadi USD47,39 per barel.

Produsen minyak di Teluk Timur Tengah, tengah bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar. Akibatnya, produksi meningkat 2-3 persen lebih dari yang dibutuhkan.

Sebuah data memperlihatkan, hedge fund dan manajer investasi lainnya memangkas posisi net long mereka di Brent untuk pertama kalinya dalam empat minggu sampai dengan 21 Juli.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top