Mitos Tentang Minuman Alkohol yang Ternyata Salah

Rusmanto
Rusmanto

Mitos Tentang Minuman Alkohol yang Ternyata Salah ilustrasi

Winnetnews.com -  Apakah Anda seorang penikmat minuman beralkohol? Mulai dari bir, sake, wine, sampai minuman keras seperti wiski, vodka, gin, tequila, dan scotch. Nah, Anda mungkin sudah sering dengar macam-macam mitos tentang minuman beralkohol. Hati-hati, memercayai mitos yang salah bisa berakibat serius bagi kesehatan Anda. Coba cek dulu berbagai mitos tentang minuman beralkohol yang ternyata salah di bawah ini. Adakah yang dari dulu Anda percayai?

Berbagai mitos tentang minuman beralkohol

Kalau Anda mendengar mitos-mitos seputar minuman beralkohol, sebaiknya cek dulu informasi tersebut pada sumber yang terpercaya. Pasalnya, alkohol adalah zat stimulan yang sebenarnya tergolong obat. Mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak justru akan memberikan efek depresi pada otak dan tubuh. Ini dia macam-macam mitos tentang minuman beralkohol yang sebaiknya mulai Anda tinggalkan.

1. Minum alkohol sebelum tidur bisa bikin tidur nyenyak

Anda mungkin pernah ditawari alkohol saat sedang stres atau susah tidur. Memang banyak yang percaya kalau alkohol bisa membuat Anda lebih tenang sehingga bisa tidur nyenyak. Eits, tunggu dulu. Mengonsumsi minuman beralkohol sebelum Anda tidur malah akan mengganggu kualitas tidur Anda, khususnya pada tahap tidur REM (rapid eye movement). Kalau Anda tidak bisa masuk tahap REM, siklus tidur Anda akan terganggu. Anda pun lebih rentan terbangun di tengah malam.

Selain itu, minuman beralkohol bersifat diuretik. Ini berarti Anda akan sering mengeluarkan cairan dalam tubuh, misalnya lewat keringat atau buang air kecil. Berkeringat atau ingin buang air kecil di malam hari tentu bisa membuat tidur Anda tidak nyenyak.

2. Muntah bisa mencegah mabuk dan hangover

Cara terbaik untuk mencegah mabuk atau hangover adalah membatasi konsumsi alkohol Anda. Memuntahkan minuman Anda tidak akan berdampak terlalu besar pada kadar alkohol dalam darah Anda. Ini karena alkohol sangat cepat diserap oleh tubuh. Alkohol akan masuk ke aliran darah dan menjalar di seluruh tubuh Anda, termasuk otak, hanya dalam hitungan menit. Jadi, alkohol dalam lambung yang Anda muntahkan sebenarnya sudah tinggal sedikit sekali.

3. Makin lama disimpan, wine akan makin berkualitas

Ini belum tentu. Pasalnya, setiap jenis wine itu berbeda-beda. Beberapa jenis wine tidak akan bertambah kualitasnya kalau sudah lewat satu tahun dari masa produksinya. Bahkan wine yang sudah lewat dari tanggal kedaluwarsanya pasti kehilangan banyak sekali kandungan antioksidannya.

Memang ada jenis anggur yang makin lama justru makin enak dan berkualitas. Akan tetapi, Anda harus bisa membedakan mana yang bisa disimpan lama dan mana yang harus dikonsumsi sebelum lewat tanggal kedaluwarsa.

Apa Reaksi Kamu?