Skip to main content

Mitsubishi UFJ Mengincar Bank di Indonesia

Mitsubishi UFJ Mengincar Bank di Indonesia
Mitsubishi UFJ Mengincar Bank di Indonesia

Mitsubishi UFJ Financial Group sebagai bank terbesar di Jepang saat ini melirik bank-bank lain di kawasan Asia. Ada pertimbangan untuk akuisisi 1 bank lagi di Indonesia, Filipina, atau India yang fokusnya di perbankan konsumer.

"Kami mencari sebuah bank yang sangat kuat baik di pembiayaan korporasi dan konsumer ritel," kata Go Watanabe, CEO Asia-Oceania Mitsubishi UFJ, di Singapura, Senin 30 Juni lalu. Dia membandingkannya dengan Bank of Ayudhya di Bangkok yang diakuisisi pada 2013 lalu. Menurut Watanabe, mereka menginginkan saham mayoritas di "bank yang ukurannya relatif besar."

"Berbisnis dengan korporasi tidaklah mencukupi," kata Watanabe. "Memiliki bisnis ritel adalah sesuatu yang kami inginkan, untuk menangkap tingginya pertumbuhan ekonomi Asia." Kawasan Asia dengan mengecualikan Jepang diperkirakan akan mencetak pertumbuhan 6,2% tahun ini dibandingkan Jepang yang hanya 0,9% saja menurut survei terhadap ekonom yang dilakukan Bloomberg. Angka itu tecermin dalam data kredit Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ. Nilai kredit yang disalurkan ke para debitur Asia di luar Jepang naik 10% dari tahun lalu menjadi ¥7,6 triliun atua US$62 miliar. Itu belum memasukkan pinjaman yang disalurkan oleh Bank of Ayudhya.

Mitsubishi UFJ telah menjadi bank paling agresif di Jepang dalam mengembangkan jaringan guna meraup kue pertumbuhan ekonomi yang masih cukup tinggi di kalangan konsumen Asia ketika perekonomian dalam negeri masih tampak lesu. Apalagi regulator di Indonesia, Filipina, dan India memang telah melonggarkan aturan kepemilikan asing di perbankan setempat.

Saat ini India membolehkan asing menguasai sampai 74% saham bank domestik dari sebelumnya 49%. Juni lalu Otoritas Jasa Keuangan membolehkan Shinhan Bank membeli dua bank di Indonesia dan kemudian menyatukannya, memberikan pengecualian batas kepemilikan asing sampai 40%. Tahun lalu regulator Filipina juga telah mempermudah ketentuan investor asing menguasai penuh bank lokal.

Mitsubishi UFJ merupakan satu dari 12 institusi keuangan yang telah menyampaikan ketertarikan untuk membeli United Coconut Planters Bank dari Pemerintah Filipina yang mengincar US$350 juta untuk 74% saham bank itu menurut sumber. Watanabe menolak berkomentar. Namun, dia menyatakan bahwa investasinya akan bersifat jangka panjang. Di Thailand, mereka melebur unit usahanya ke Bank of Ayudhya, bank terbesar di negeri itu berdasarkan kapitalisasi pasar, untuk mendapatkan lampu hijau bank sentral. Saat ini Mitsubishi UFJ menguasai 77% saham Bank of Ayudhya dan di tahun yang sama pada 2013 juga membeli 20% saham bank milik pemerintah Vietnam, VietinBank.

"Kami sudah memiliki komitmen," kata Watanabe yang sejak Juli 2013 pindah kantor ke Singapura, menggambarkan perubahan strategi dari kelompok usaha itu yang sebelumnya selalu mengendalikan berbagai bank miliknya dari Tokyo. Singapura kini mengendalikan berbagai bank milik Mitsubishi UFJ yang ada di 12 negara dari Australia sampai India. "Tak ada lagi jalan kembali."

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top