MKD Pantau Kasus Dugaan Penganiyaan Dita

MKD Pantau Kasus Dugaan Penganiyaan Dita

Senin, 1 Feb 2016 | 07:51 | Liani
WinNetNews.com - Anggota Komisi III Masinton Pasaribu dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penganiayaan terhadap staf ahli Dita Aditia Ismawati. Badan Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI akan memantau perkembangan kasus ini di kepolisian sebelum mengambil sikap.

"MKD belum bisa mengambil kesimpulan untuk ambil langkah sebelum, yang pertama kalau ada laporan atau kita coba koordinasi dengan pihak kepolisian," ujar Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad saat dikonfirmasi, Senin (1/2/2016).

Dasco menyebut, berdasarkan informasi dari media massa, ada dua keterangan berbeda dari Dita dan Masinton sehingga pihaknya harus benar-benar jeli melihat kasus dugaaan penganiayaan ini.

"Kita menunggu perkembangan. Kita tidak mau tergesa-gesa, kalau ini pelanggaran hukum ditangani polisi kita tunggu perkembangan untuk menindaklajuti," ucapnya.

Tidak hanya menunggu perkembangan kasus hukum di kepolisian, dirinya juga akan mencoba mengajak rekan-rekannya di MKD melakukan perundingan untuk menyikapi kasus yang diduga melibatkan Masinton itu.

Selain itu, MKD juga akan bersikap hati-hati agar tidak terjebak politisasi dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut.

 

"Kita akan lihat hasil laporannya di polisi terlebih dahulu," ujarnya.

Dita menyebut dianiaya Masinton di dalam mobil saat perjalanan dari Cikini, Jakarta Pusat, menuju Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (21/1) lalu. Akibat penganiayaan itu, Dita terlihat mengalami luka pada mata sebelah kiri. Ada warna merah dan hitam pada matanya yang luka.

Usai penganiayaan itu, Dita sempat mendatangi Polsek Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (22/1) pukul 00.30 untuk melaporkan Masinton. Oleh polisi, dia diarahkan melakukan visum et repertum terlebih dahulu di RSUD Busi Asih. Dita diminta beristirahat dan akan dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) keesokan harinya.

Namun ditunggu-tunggu, Dita tak datang ke Polsek Jatinegara. Dia diketahui sempat dirawat di RS Mata Aini selama tiga hari. Lalu, sembilan hari setelah kejadian, Sabtu (30/1) Dita ternyata melaporkan Masinton ke Bareskrim Polri atas kasus penganiayaan. Laporan tersebut tertuang dalam tanda bukti lapor nomor TBL/73/1/2016/Bareskrim dengan laporan polisi nomor: LP/106/1/2016/Bareskrim tertanggal 30 Januari 2016.

Dilansir dari laman detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...