Mobil listrik Selo diincar Malaysia, ini tanggapan BPPT

Mobil listrik Selo diincar Malaysia, ini tanggapan BPPT

Jakarta - Indonesia sampai saat ini belum punya mobil listrik yang bisa diproduksi secara massal. Tapi sudah ada beberapa mobil listrik yang dibangun oleh putra bangsa. Salah satunya adalah Ricky Elson, pria asal Padang yang mengenyam pendidikan di Jepang.

Selama bekerja di negeri Sakura ia berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang. Terutama di bidang motor listrik. Kinerja dan hasil karya Ricky ini terdengar oleh Menteri BUMN. Dahlan pun meminta Ricky kembali ke Indonesia untuk membangun mobil listrik nasional.

Belum lama ini pembuat mobil listrik Selo, Ricky Elson, curhat di Facebook soal karyanya itu yang akan dilanjutkan bersama negara tetangga, Malaysia.

Namun, mimpi mereka harus terkubur lantaran mobil listrik buatan Ricky sempat dinyatakan tak lolos uji emisi. Hal ini pun membuat langkah mobil Selo untuk diproduksi masal semakin berat.

Rencana mobil Selo yang akan dilanjutkan oleh Malaysia pun dikomentari Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto. Menurutnya, hal itu tak jadi masalah.

"Ya, gak papa. Lagian Malaysia juga gak jago-jago amat bikin mobil kan? Gak papa. Kalau pun untuk dijual, siapa yang mau beli? Berapa banyak yang mau beli?" Jakarta, Kamis (3/9).

Persoalannya, kata Unggul, harga mobil listrik pun tentu masih akan mahal. Terlebih, teknologi yang diadopsi terutama baterai masih jadi persoalan.

"Jadi begini, mobil listrik kenapa belum waktunya jadikan industri, hal ini karena di negara maju sekalipun mobil listrik belum komersial. Kalau dibikin industri, saya rasa gak yakin bisa laku. Masalahnya kan juga kesulitan pada baterainya dan stasiun pengisian listriknya. Ini yang menjadi kendalanya. Tetapi, kalau riset saya setuju," katanya.

Terlepas dari itu, Ricky Elson sendiri memang sangat berambisi untuk meneruskan proyek mobil listrik Selo ini ke tahapan selanjutnya atau memasuki ke generasi ke-2. Namun apa daya, dukung pemerintah yang minor membuat dirinya tak bisa berbuat apa-apa.