Mondelez International Berkomitmen Mengurangi Kerusakan Alam

Mondelez International Berkomitmen Mengurangi Kerusakan Alam

Selasa, 19 Jan 2016 | 21:45 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Mondelēz International mengumumkan strateginya dalam mengatasi deforestasi dan mendukung keberlanjutan produksi kakao di Indonesia melalui program Cocoa Life.

Hal ini diikuti dengan komitmen perusahaan untuk memimpin aksi sektor swasta sebagai bagian dari program nasional Pantai Gading dalam melawan deforestasi. Komitmen dibuat pada konferensi perubahan iklim (COP21) di Paris dan akan memberikan kontribusi untuk tujuan keberlanjutan perusahan 2020 yang baru saja diumumkan.

Tujuan termasuk pendekatan hulu ke hilir yang ambisius untuk mengurangi jejak karbon melalui tindakan untuk mengurangi deforestasi dalam rantai pasokan pertanian, serta untuk mengurangi emisi karbon dioksida dari manufaktur dengan mutlak 15%, sejalan dengan target berbasis ilmu pengetahuan.

“Bermitra dengan pemerintah di berbagai negara, Mondelēz International akan memiliki dampak yang lebih besar dalam keefisienan melindungi hutan dibandingkan oleh hanya satu perusahaan menjalaninya sendiri,” jelas Huber Weber,

Executive Vice President and President Mondelēz Europe, pada Lima-Paris Action Agenda (LPAA) High-Level Event for Forests.

 

“Saya mengajak sektor swasta untuk meningkatkan dan merangkul kesempatan untuk bekerjasama dengan pemerintah di negara – negara yang memiliki hutan, termasuk Indonesia untuk menghasilkan bahan baku guna menangani kemiskinan di pedesaan sekaligus mengurangi emisi dari deforestasi.”

Sebagai perusahaan cokelat terbesar, Mondelēz International memiliki kesempatan untuk memimpin perubahan yang transformatif dalam rantai pasokan kakao melalui Cocoa Life, dengan investasi sebesar $400 juta untuk memberdayakan 200.000 petani kecil dan menciptakan masyarakat kakao yang berkembang di enam daerah asal kakao – keberhasilan program Cocoa Life di Indonesia akan memperlihatkan adanya kemajuan pada negara ketiga terbesar penghasil kakao didunia dan terbesar di Asia.

Pada bulan November 2015, Cocoa Life menyelenggarakan lokakarya selama dua hari tentang bagaimana mengatasi tantangan lingkungan untuk pengembangan kakao yang berkelanjutan di Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh 70 orang dari 45 organisasi yang berbeda.

Mondelez Indonesia menyatukan pemerintah, akademisi dan peneliti, United Nations Development Programme (UNDP) dan perwakilan dari LSM lokal dan international (termasuk Swisscontact, dan World Agroforestry Centre) untuk bertukar pikiran dan pandangan tentang keberlanjutan industri kakao Indonesia dan perlindungan lingkungan.

 

“Sebagai perusahaan makanan ringan terbesar di dunia, kami berbagi kisah sukses di negara – negara asal kakao untuk medorong perubahan dalam industri kakao di Indonesia," kata Andi Sitti Asmayanti, Southeast Asia Director for Cocoa Life. "Salah satu diskusi yang paling berharga yaitu bagaimana meningkatkan produktivitas namun tetap melindungi lingkungan.”

Dengan 93 persen kakao Indonesia dihasilkan pada pertanian kecil, tingkat kesadaran dan pengetahuan akan praktek pertanian yang baik diantara para petani kecil masih sangat kurang. Sebagai solusinya, program Cocoa Life akan berperan penting dalam mendidik para petani kakao tentang pengelolaan tanah, pupuk, tantangan yang diakibatkan oleh perubahan iklim, bagaimana mempromosikan keanekaragaman hayati dan menghindari deforestasi.

Tomoyuki Uno, Green Commodities Programme Asia Manager UNDP menjelaskan,“Hal ini penting untuk didiskusikan lebih lanjut dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keberhasilan dalam membangun pengembangan kakao yang berkelanjutan dan mengelola perubahan iklim di Indonesia. Cocoa Life dari Mondelez merupakan contoh yang baik dari kolaborasi positif ini, dan kami berharap pemain sektor swasta lainnya akan mengikuti.”

Melalui Cocoa Life, Mondelez Indonesia bekerjasama dengan 8.100 petani kakao Indonesia untuk meningkatkan produktivitas petani, sehingga mereka dapat meningkatkan pendapatannya tanpa harus melakukan pelebaran ke hutan. Pada tahun 2022, Cocoa Life berencana untuk menyediakan pelatihan bagi 50.000 petani yang pada akhirnya akan memberikan manfaat untuk 200.000 orang di masyarakat setempat, mempromosikan pemberdayaan wanita dan pendidikan bagi anak-anak untuk menjaga kesejahteraan para petani kakao di generasi mendatang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...