Money Changer Diserbu Masyarakat

Rusmanto
Rusmanto

Money Changer Diserbu Masyarakat

WinNetNews.com - Melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah membuat pusat penukaran uang dan valuta asing alias money changer diserbu masyarakat. Banyak warga melepas dolar AS sebelum harganya jatuh, tapi ada juga yang beli karena merasa lagi murah.

Beberapa dari mereka ada yang duduk di kursi yang telah disediakan, tapi tak sedikit juga yang berdiri. Bahkan sampai ada yang duduk di lantai akibat saking banyaknya pengantre.

Nomor antrean untuk penukar valas di bawah Rp 10 juta sudah sampai nomor 900. Sementara yang di atas Rp 10 juta sudah sampai nomor 321.

Beberapa petugas keamanan diturunkan oleh pengelola money changer untuk membantu pengaturan antrean dan menjaga nasabah. Salah satu petugas keamanan menyatakan dalam dua hari ini antrean sangat ramai.

"Dalam dua hari ini ramai banget. Banyaknya yang beli dolar karena dianggap lagi murah," katanya.

Menurutnya, kebanyakan warga menukar uang dolar AS dan dolar Singapura. Selain ramai gara-gara dolar AS turun, money changer juga biasa diserbu jelang liburan akhir tahun.

"Mau musim liburan akhir tahun, jadi ada yang beli dolar dari sekarang," katanya.

Money changer ini mematok kurs dolar AS sebesar Rp 13.405 untuk beli, dan kurs jual Rp 13.435. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});