(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Monster” Mematikan ini Menghantui Pelaku LGBT, Waspada!

Oky
Oky

“Monster” Mematikan ini Menghantui Pelaku LGBT, Waspada! Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Dewasa ini, telah ditemukan “monster” mematikan akibat dari perilaku LGBT yang dikenal dengan sebutan Sarkoma Kaposi. Penyakit mematikan ini sudah dikonfirmasi keberadaannya di Indonesia dan telah menelan korban jiwa.

Di Indonesia sendiri, LGBT sudah ada sejak era 60-an,lalu semakin berkembang pada era 80-an, dan 90-an. Memasuki era reformasi, LGBT semakin mendapatkan momentumnya. Perubahan yang terjadi dalam sistem politik dan pemerintah pada Mei 1998, membuka pintu bagi kaum LGBT untuk semakin berkembang dengan buntut diamandemennya UUD 1945. LGBT terus berkembang dan meledak pada era milenium 2000 hingga sekarang.

LGBT bukan hanya persoalan tentang menyalahi aturan dan bertentangan dengan norma, namun perilaku LGBT juga berbahaya bagi kesehatan. Penelitian yang dilakukan oleh Cancer Research di Inggris, menghasilkan bahwa homoseksual dua kali beresiko lebih tinggi terkena kanker dibandingkan dengan laki-laki normal. Selain itu, masih banyak penyakit lain yang disebabkan dari perilaku penyimpangan seksual LGBT, berikut diantaranya kanker anus, HIV/AIDS, dan penyakit gangguan mental.

Selain beberapa penyakit tersebut, dewasa ini telah ditemukan “monster” baru yang muncul di Indonesia bernama Sarkoma Kaposi. Penyakit ini menghantui para pelaku LGBT dan telah menelan korban jiwa.

Penyakit Sarkoma Kaposi masih dianggap baru dan langka di Indonesia. Namun sebenarnya, penyakit ini patut dijadikan “alert” bagi seluruh masyarakat, khususnya remaja, karena penyakit mematikan ini, muncul akibat dari perilaku seksual yang mulai marak terjadi di kalangan anak muda di Indonesia. Sarkoma Kaposi adalah kanker yang berkembang dari jaringan di sekitar pembuluh darah dan pembuluh limfa. Monster mematikan ini terbentuk dari hasil pertemuan antara HIV, sistem imun yang melemah, dan virus herpes manusia (HHV-8). Penyakit ini biasanya muncul sebagai jaringan abnormal yang tumbuh dibawah kulit, disepanjang mulut, hidung, dan tenggorokan atau dalam organ tubuh lainnya.

Di Indonesia sendiri, penyakit mematikan ini pertama kali ditemukan di Serang, pada seorang remaja laki-laki dengan orientasi homoseksual. Setelah melakukan berbagai pemeriksaan, anehnya tidak ditemukan adanya virus HIV dalam tubuh pasien hingga ia meninggal dunia.

“Saya sangat terkejut penyakit ini sudah merambah masuk ke Indonesia. Dulu penyakit ini hanya menyerang orang-orang yang terinfeksi virus HIV dan telah dinyatakan positif HIV/AIDS, namun ternyata virus Sarkoma Kaposi telah bermutasi dan dapat menyerang siapa saja bahkan orang yang tidak terkena HIV/AIDS sekalipun. Terlebih orang yang sering melakukan penyimpangan hubungan seksual, virus ini hidup dalam tubuh para pelaku LGBT,” jelas dokter spesialis kulit dan kelamin, Dewi Inong Irana.

Menurut beliau, para pelaku LGBT terutama homoseksual beresiko lebih tinggi terserang penyakit mematikan ini, karena perilaku seks menyimpang yang dilakukan lewat dubur.

Dari hasil survey yang dilakukan kepada beberapa remaja di media sosial instagram, 91% dari  300 remaja mengaku tidak pernah mendengar dan mendapatkan informasi tentang Sarkoma Kaposi, dan 95% diantaranya tidak mengetahui cara penyebaran dan penularan penyakit mematikan ini. Oleh karena itu, penting untuk mengedukasi para remaja guna meningkatkan pengetahuan mengenai Sarkoma Kaposi.

Sejauh ini, belum ditemukan penawar untuk penakit Sarkoma Kaposi, namun menurut dokter Inong, penyakit ini bisa diperlambat dengan menaikkan sistem kekebalan tubuh pasien. Sarkoma Kaposi pada penderita HIV akan diberi pengobatan untuk mencegah virus berlipat ganda, sekaligus memulihkan sistem kekebalan tubuh. Pemulihan sistem kekebalan tubuh akann mengurangi jumlah HHV-8 di dalam tubuh dengan sendirinya. Tetapi apabila ukuran Sarkoma Kaposi masih kecil dan jumlahnya tidak banya, penyakit ini dapat diatasi dengan beberapa cara, antara lain kemoterapi, terapi radiasi, dan krioterapi.

Sarkoma Kaposi adalah “monster” mematikan yang menghantui para pelaku LGBT. Untuk itu, penting untuk kita agar tetap menjaga kesehatan dan melakukan pola hidup sehat agar terhindar dari segala macam penyakit. Disamping itu, kita harus senantiasa mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari segala macam godaan dan hawa nafsu dunia. Sarkoma Kaposi dapat dicegah dengan tidak berperilaku LGBT dan tetap berperilaku sebagaimana kodratnya. Namun, akankah Indonesia bersih dari LGBT? Atau keberadaan mereka akan segera diakui oleh negara? Lalu, bagaimana Sarkoma Kaposi dapat dihentikan penyebaranya di Indonesia jika LGBT terus berkembang dan semakin merajalela?

 

Ditulis oleh Fitri Novianti

Mahasiswi London School of Public Relations Jakarta

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});