Monyet Capuchin ternyata bisa membuat perkakas batu tertua, ditemukan di luar Afrika

Monyet Capuchin ternyata bisa membuat perkakas batu tertua, ditemukan di luar Afrika

Minggu, 14 Agt 2016 | 17:00 | Rike
WinNetNews.com-Arkeolog telah menemukan perkakas batu yang dipakai oleh monyet capuchin di Brazil dalam ratusan generasi.

Situs arkeologi di savana, Brazil memperlihatkan perkakas batu tertua (bukan untuk manusia) yang ditemukan di luar Afrika, yaitu palu batu berusia berabad-abad milik monyet capuchin. Perkakas batu itu menunjukkan selama 700 tahun, monyet capuchin berjanggut (Sapajus libidinosus) di Taman Nasional Serra da Capivara, Brazil telah memakainya untuk menghancurkan kacang mete. Temuan ini menegaskan lamanya perilaku ini diteruskan oleh monyet capuchin. Monyet capuchin di daerah ini sudah menggunakan teknik itu selama ratusan generasi. Ini tentunya menambah nuansa penting dalam sejarah pemakaian alat batu oleh primata non-manusia. "Arkeologi telah membantu mengubah cara pandang kita pada manusia, dengan menunjukkan berbagai hal di masa lalu kita, dan mudah-mudahan sama berlakunya dengan primata non-manusia," terang rekan penulis studi, Michael Haslam. Haslam merupakan ketua kelompok penelitian Arkeologi Primata di Universitas Oxford.

Dalam jurnal Current Biology dijelaskan perkakas batu ini pun membantu para ilmuwan memahami distribusi penyebaran penggunaan alat di kalangan primata. Hanya segelintir primata non-manusia yang memakai tangan termasuk di antaranya, simpanse, monyet capuchin berjanggut, dan kera ekor panjang. Para ilmuwan belum mengidentifikasi persis mengapa spesies -spesies ini yang memakai alat tersebut, bukan dari jenis lain. "Penelitian dilakukan untu memahami munculnya teknologi ini, pertama dengan melihat semua jenis primata yang menggunakan alat batu, kemudian untuk menemukan kesamaan dan mencari tahu apa yang diperlukan untuk menjadi pengguna alat batu saat ini," jelas rekan penulis lainnya, Lydia Luncz, ahli primata dari Universitas Oxford.

Ini menjadi tugas besar yang para ilmuwan baru akan mulai. Serra da Capivara dilaporkan sebagai tempat kedua temuan alat batu non manusia pra-modern, di luar tiga lokasi simpanse di Côte d'Ivoire yang berusia antara 1.300 dan 4.300 tahun.

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...