MRT Masih Menanti Pembongkaran Stadion Lebak Bulus

MRT Masih Menanti Pembongkaran Stadion Lebak Bulus

Sejak Mei lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah berjanji akan membongkar Stadion Lebak Bulus demi mempercepat proses pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang ditargetkan selesai pada tahun 2018. Namun, hingga kini, pembongkaran Stadion Lebak Bulus belum bisa dipastikan kapan akan terlaksana.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan pembongkaran stadion Lebak Bulus akan dilakukan secepatnya, sekitar satu pekan ke depan. Sebab, Pemprov DKI Jakarta saat ini sudah mengantongi nama pemenang lelang yang akan membongkar stadion tersebut.

"Sudah ada pemenangnya. Nanti Senin kami umumkan," ujar Heru saat ditemui CNN Indonesia di Balai Kota, Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengaku percaya kalau pihak Pemprov DKI Jakarta akan segera menyelesaikan masalah tersebut. "Mereka sedang berupaya sekuat tenaga, sekarang kami tetap optimis," kata Dono.

Ia mengatakan pihaknya juga tengah mengupayakan beberapa langkah teknis untuk mengatasi keterlambatan pembongkaran Stadion Lebak Bulus maupun pembebasan lahan lainnya yang berpotensi membuat proyek MRT menjadi mandek.

"Teknis rekayasa engineering sedang kami siapkan. Memang tidak mudah tapi tidak mustahil," ujarnya.

Ini bukan pertama kalinya Pemprov DKI Jakarta memberikan harapan terkait pembongkaran Stadion Lebak Bulus. Pada Mei lalu, Heru juga mengatakan hal yang sama terkait pembongkaran stadion. Namun, buktinya stasion tersebut masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Heru beralasan, pembongkaran Stadion Lebak Bulus belum terealisasikan karena selama ini tidak ada pengusaha yang bersedia melakukan pembongkaran. Sebab, nilai asetnya terlalu tinggi.

"Kemarin kami sudah turunkan dari Rp 6,4 miliar menjadi Rp 4,5 miliar. Mudah-mudahan ada yang laku. Tinggal tunggu pengumuman," katanya.

Selain pembongkaran Stadion Lebak Bulus, PT MRT Jakarta juga tengah menanti pembebasan lahan lainnya. Seperti lahan di Cipete dan Haji Nawi yang juga tak kunjung dibebaskan.

Ketika dikonfirmasi hal ini, Heru berkata pihaknya harus melakukan konsinyasi untuk membebaskan lahan tersebut. Hal yang sama juga dikatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Kami akan lapor pengadilan negeri. Sudah ada harga appraisal. Kalau sudah pakai harga pasar, dia tidak mau lepas, kami akan daftarkan ke pengadilan negeri, kami titipi duit dan kami sita," ujar Basuki di Balai Kota, Jakarta.

PT MRT Jakarta juga masih menunggu pembebasan lahan lainnya di sekitaran Pasar Jumat, Jalan Fatmawati dan Jalan TB. Simatupang, dan Jalan Sisingamangaraja.

Total jalur MRT yang akan dibangun sepanjang 16 kilometer dari Lebak Bulus hingga Jalan MH Thamrin. Jalur 10 kilometer akan berbentuk jalur layang (Lebak Bulus-Blok M) dan 6 kilometer sisanya akan berbentuk jalur bawah tanah (Sudirman-Thamrin).

(cn)