Muhadjir Effendy Menilai Bahaya Narkoba di Indonesia sudah capai Level Bahaya

Ahmad Mashudin
Minggu, 31 Juli 2016 06:18 WIB
Oleh Ahmad Mashudin pada Minggu, 31 Juli 2016 06:18 WIB
Image Muhadjir Effendy Menilai Bahaya Narkoba di Indonesia sudah capai Level Bahaya

WinNetNews.com -  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menilai bahaya narkoba di Indonesia sudah mencapai level amat membahayakan. Menurutnya, penyelundupan narkotika dan obat berbahaya ke Indonesia sangat canggih.

"Penyusupannya sudah level advance yang dikawal dengan senjata mutakhir," kata Muhadjir Effendy di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu 30 Juli 2016.

Muhadjir mengimbau masyarakat waspada karena pola penyelundupan narkoba yang sangat canggih tersebut. "Karena itu saya imbau masyarakat lebih cermat," kata dia.

Sebelumnya, di media sosial beredar pengakuan terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman, kepada Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar. Dalam pengakuannya, Freddy mengungkap ada kerjasama Badan Narkotika Nasional dan Mabes Polri dengan jaringannya dalam pengedaran narkoba.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso meminta Haris Azhar membuktikan cerita Freddy tersebut. "Kepala BNN meminta yang mengatasnamakan Harris Azhar selaku penulis berita tersebut dapat membuktikan yang diungkapkan Freddy Budiman dalam kesaksiannya," kata Kepala Humas BNN Komisaris Besar Slamet Pribadi.

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Rizal Ramli Klaim PT PLN Merugi Karena Jokowi Tidak Mendengarkan Nasihatnya

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.