MUI Akan Lapor Polisi Terkait Hoaks Seruan Lawan Rapid Test
Foto: SindoNews.com

MUI Akan Lapor Polisi Terkait Hoaks Seruan Lawan Rapid Test

Senin, 25 Mei 2020 | 18:48 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan klarifikasi atas kabar mengatasnamakan MUI dalam bentuk naskah yang menyerukan kepada seluruh MUI Provinsi, Kabupaten/Kota agar berhati-hati dan waspada dengan rapid test COVID-19 terhadap ulama, kiai, dan ustadz.

Dilansirr darri kumparan, surat tertanggal 3 April 2020 yang mengklaim dikeluarkan oleh Sekretariat MUI Pusat itu dipastikan hoaks, karena Dewan Pimpinan MUI tidak pernah membuat edaran tersebut.

"DP MUI Pusat menyatakan kabar tersebut bohong (hoaks)," ucap Sekjen MUI Anwar Abbas, dalam keterangan tertulis, Senin (25/5).

Menurutnya, surat tersebut tidak sesuai dengan standar penerbitan surat, pengumuman, atau pemberitahuan di MUI, yakni seharusnya menggunakan kop surat DP MUI Pusat, diberi nomor surat dan tanggal terbit, ditandatangani dua orang Pimpinan Harian MUI Pusat, dan dibubuhi stempel organisasi MUI.

"Narasi yang digunakan dalam kabar bohong tersebut tidak mencerminkan dan menjadi tradisi dalam surat, pengumuman, pemberitahuan dan sejenisnya yang selama ini diterbitkan oleh DP MUI Pusat, yakni santun, halus, sejuk, damai, dan memuat pesan keislaman, tetapi narasi kabar hoaks tersebut dipenuhi tuduhan dan prasangka, kasar, berupaya mengadu domba dan merusak nama baik organisasi MUI," bebernya.

MUI mendesak Polri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) untuk segera mengusut tuntas kabar hoaks tersebut, menangkap dan memproses hukum pembuat dan aktor intelektualnya.

"Sebagai langkah selanjutnya, DP MUI Pusat segera akan melaporkan kabar hoaks ini kepada Kepolisan RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN)," ucap Anwar.

MUI mengharapkan agar berbagai kalangan dan umat Islam dalam melakukan kegiatan di media sosial hendaknya mengacu kepada Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalat Dalam Media Sosial yang mengharamkan kabar hoaks.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...