MUI: Bom Bunuh Diri Bukan Mati Syahid, tapi Mati Sangit

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 11 hari yang lalu • Bacaan 1 Menit

MUI: Bom Bunuh Diri Bukan Mati Syahid, tapi Mati Sangit
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Haji Miftachul Akhyar

Winnetnews.com -  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Haji Miftachul Akhyar kembali menegaskan bahwa aksi terorisme dan bom bunuh diri merupakan perbuatan yang melanggar syariat agama atau haram hukumnya.

“Jadi kalau mereka menganggap bom bunuh diri itu surga, justru sebetulnya bukan mati syahid, tapi mati sangit,” kata Miftachul saat jumpa pers, Senin (22/11) dikutip dari ANTARA.

"Di MUI sudah ada Fatwa No. 3 Tahun 2004 bahwa terorisme itu haram hukumnya, bom bunuh diri itu juga haram hukumnya," lanjutnya.

Miftachul menekankan bahwa MUI selalu mendukung pemberantasan terorisme di Indonesia. Ia mengatakan fatwa terorisme haram yang dikeluarkan MUI merupakan bentuk perjuangan dari para ulama untuk mewujudkan Indonesia yang aman.

"Fatwa ini adalah cerminan dari gerak para ulama yang seharusnya bersama-sama membangun, menjadikan negara kita anugerah yang besar ini menjadi tenteram, tenang, dan sejahtera sehingga apa yang semua jadi kebijakan berjalan dengan lancar dan baik dan bisa dirasakan oleh umat seluruhnya," kata Ketua MUI.

Selain itu, Miftachul juga memastikan pihaknya akan terus memelihara kerja sama yang baik dengan pemerintah.

"Kerja sama MUI dan pemerintah berjalan sangat baik dan terus selalu terpelihara. Kerja sama ini sampai sekarang bukti kami hadir di sini walaupun sama-sama mendadak. Ini bentuk kerja sama yang terpelihara dan baik," kata Miftachul.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...