MUI Langsung Keluarkan Fatwa Sesat, Eks Ketum Gafatar Kecewa

MUI Langsung Keluarkan Fatwa Sesat, Eks Ketum Gafatar Kecewa

Rabu, 27 Jan 2016 | 08:44 | Liani
WinNetNews.com - Ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) menyayangkan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang langsung mengeluarkan fatwa 'sesat' tanpa mengajak dialog terlebih dahulu.

Eks Ketum Gafatar, Mahful M Tumanurung mempertanyakan kenapa saat Gafatar eksis dan belum membubarkan diri, MUI tak pernah mengajaknya berdialog.

"MUI tidak pernah mengajak Gafatar berdialog. Kenapa waktu eksis kami tidak pernah dipanggil untuk dialog. Kenapa ujung-ujungnya keluarkan fatwa," tanya Maftul, di Gedung YLBHI, Selasa (26/1/2016).

Maftul mengaku pihaknya pada tahun 2015 pernah melayangkan surat kepada MUI untuk berdialog bersama. Namun, kata dia, MUI enggan membalas surat tersebut.

Baca Juga: 'Kami Keluar Dari Islam & Berpegang pada Millah Abraham,' ucap Eks Ketum Gafatar

"Kami surati MUI tidak ditanggapi di tahun 2015 surat audiensi," tuturnya.

Sementara itu, Mahful menegaskan bahwa Ahmad Moshaddeq merupakan narasumber spiritual Gafatar. Tapi, lanjut dia, Moshaddeq tidak masuk dalam struktur organisasi, pengurus, ataupun 52 pendiri organisasi Gafatar.

"Bahwa dalam perjalanannya Gafatar memiliki nilai, beliau kami berikan posisi sebagai narasumber spiritual. Apa salahnya kami pilih beliau, kami tidak percaya sama alim ulama," ujarnya.

Maftul melanjutkan, mayoritas mantan anggota Gafatar telah keluar dari keyakinan agama Islam mainstream (arus utama/umum). Ajaran yang dipegang teguh adalah paham Millah Abraham yang dianggap sebagai jalan kebenaran.

Baca Juga: Gaftar Ingin Bangun Negeri yang Penuh Kedamaian

Ajaran Millah Abraham juga memercayai bahwa Ahmad Moshaddeq adalah Al-Masih Al'Maw'ud, mesias yang dijanjikan untuk umat penganut ajaran Ibrahim/Abraham meliputi Islam (bani Ismail) dan Kristen (bani Ishaq), menggantikan Nabi Muhammad SAW.

"Tapi secara keagamaan, kami pulangkan kepada warga eks Gafatar. Karena mereka dari berbagai latar belakang. Namun, bagi mereka yang ingin mendalami ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran, kami sampaikan tanpa ada paksaan," tukasnya.

Dilansir dari laman rimanews

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...