MUI: Tak Ada Fatwa yang Larang Ucapkan Selamat Natal
Kantor MUI (foto: Kiblat.net)

MUI: Tak Ada Fatwa yang Larang Ucapkan Selamat Natal

Senin, 23 Des 2019 | 16:40 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan jika sampai saat ini lembaganya tidak pernah mengeluarkan fatwa tentang hukum memberikan ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani.

Hal ini disampaikan sehubungan dengan adanya polemik terkait boleh-tidaknya umat Islam memberi ucapan selamat Natal kepada saudara-saudara yang beragama Nasrani.

“MUI mengembalikan masalah ini kepada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama yang ada sesuai dengan ketentuannya,” kata Zainut, dilansir dari Tempo, Senin (23/12).

MUI, menurut Zainut, menghormati pendapat ulama yang menyatakan bahwa mengucapkan natal haram hukumnya atau dilarang oleh agama karena didasarkan pada argumentasi bahwa selamat natal" onclick="ga('send', 'event', 'Tag', 'Click', 'Tag mengucapkan selamat natal');">mengucapkan selamat natal itu merupakan bagian dari keyakinan agamanya.

image0
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi (foto: Kompas)

Begitu pun sebaliknya. MUI juga tidak mengecam para ulama yang menyatakan bahwa mengucapkan natal itu hukumnya mubah atau boleh dan tidak dilarang agama, karena hal itu didasarkan pada argumentasi bahwa hal tersebut bukan merupakan bagian dari agama, namun sebatas memberi penghormatan atas dasar hubungan kekerabatan, bertetangga, dan relasi antarumat manusia.

“Manusia mengimbau seluruh masyarakat untuk bisa arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut dan tidak membuat hal tersebut menjadi polemik yang bisa menganggu kerukunan dan harmoni hubungan interen maupun antarumat beragama,” lanjut Zainut.

Selain itu, MUI juga berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga dan memelihara kerukunan di antara sesama anak bangsa. Baik persaudaraan keislaman, persaudaraan atas dasar kemanusiaan, maupun persaudaraan kebangsaan. “Semua demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan damai,” pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...