Mulai Hari Ini, Kantong Plastik Sekali Pakai Dilarang di Jakarta
Ilustrasi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Mulai Hari Ini, Kantong Plastik Sekali Pakai Dilarang di Jakarta

Rabu, 1 Jul 2020 | 09:19 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Pemprov DKI Jakarta mulai hari ini, Rabu, 1 Juli 2020 melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat.

Dalam Pergub Nomor 142 Tahun 2019 tersebut, Anies mengharurksan pengelola perbelanjaan, swalayan, dan pasar untuk menggunakan kantong ramah  lingkungan serta melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Bagi pengusaha atau pengelola yang tidak menaati atura, Anies menyiapkan sanksi bertahap mulai dari teguran hingga pencabutan izin. Sanksi tersebut tertuang dalam Pasal 29 yang mengatur tentang sanksi yang dapat berupa teguran tertulis, uang paksa, pembekuan, hingga pencabutan izin.

Selain itu, juga terdapat insentif untuk pengelola atau pusat pereblanjaan yang telah mengikuti atura. Sesuai dengan Pasal 20, insentif tersebut diberikan dalam bentuk pengurangan atau keringanan pajak daerah terhadap usaha.

Secara terpisah, Camat Tebet, Jakarta Selatan menyatakan warganya telah siap menerapkan kebijakan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Sementara itu, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan menyatakan kesiapannya untuk menerapkan kebijakan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai mulai 1 Juli 2020.

"Sosialisasi terus kita lakukan hingga saat ini, tinggal eksekusi di lapangan per tanggal 1 Juli," kata Camat Tebet Dyan Airlangga. Senin (29/6).

Menurut Dyan, sosialisasi terkait larangan kantong plastik telah dilakukan secara masif. Bahkan, Kecamatan Tebet telah melakukan sosialisasi penggunaan kantong belanja ramah lingkungan sejak Januari 2020.

"Beberapa minimarket, tempat perbelanjaan, swalayan dan pasar rakyat sudah ada yang memasang spanduk tentang kebijakan baru ini," jelas Dyan.

Namun, dia menjelaskan, kebijakan yang mulai diberlakukan 1 Juli 2020 itu, dalam penerapannya masih dalam tahap penyesuaian dan tidak langsung memberikan sanksi bagi pelanggarnya. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...