Muncul Isu Reshuffle, Pengamat Politik: Jokowi Tak Rugi Bila Mencopot Mahfud MD
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD (Foto: Youtube/Kemenko Polhukam)

Muncul Isu Reshuffle, Pengamat Politik: Jokowi Tak Rugi Bila Mencopot Mahfud MD

Jumat, 20 Nov 2020 | 11:00 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang mengalami banyak permasalahan memunculkan wacana reshuffle Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Salah satu nama yang kerap dibicarakan adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD lantaran dianggap pilih-pilih dalam menindak kepala daerah yang membiarkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Menanggapi isu reshuffle tersebut, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, Presiden Joko Widodo tak akan rugi bila mencopot Mahfud MD karena pemerintah punya tanggung jawab besar terhadap pencegahan aktivitas yang berimbas pada potensi pandemi Covid-19.

"Menkopolhukam tidak sejalan dengan tanggung jawab pencegahan aktivitas yang berpotensi terjadi pandemi Covid-19. Bahkan (Mahfud) cenderung membawa isu pada persoalan politis secara gaduh," ujar Dedi Kurnia Syah.

Ia juga menilai langkah tegas perlu dilakukan Presiden Jokowi kepada jajaran di bawahnya  agar bisa segera menyesuaikan instruksi presiden, termasuk kepada Menko Mahfud MD.

"Jika tetap tidak sejalan, maka bukan kerugian jika harus memberhentikan Menkopolhukam," kata Dedi.

Dedi menganggap pernyataannya yang dilontarkan Mahfud MD menciptakan adanya narasi yang mengesankan pemerintah yang ramah kepada Gibran Rakabuming Raka yang kedapatan melakukan agenda kerumunan masyarakat di Solo, namun sensitif terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Habib Rizieq Shihab (HRS).

"Meskipun kedua kelompok tetap salah karena melanggar protokol kesehatan," pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...