(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Musik Juga Bisa Berikan Impact Baik

Oky
Oky

Musik Juga Bisa Berikan Impact Baik Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Pada masa kini musik menjadi salah satu hal yang digemari oleh masyarakat terlebih lagi untuk kalangan remaja. Dimana banyak remaja yang menjadikan musik sebagai sebuah hobi ataupun mata pencaharian. Jika dapat diibaratkan maka musik dapat dikatakan sebagai ‘teman’ dan ‘pelengkap’ untuk banyak orang. Jenis musik yang beragam juga mudah untuk didengarkan membuat musik sebagai salah satu hal yang ‘harus’ ada dalam keadaan apapun.

Di Indonesia sendiri banyak sekali masyarakat yang mencintai musik, entah musik rock, classic, pop, hip hop, dangdut dan lain sebagainya. Bahkan, dengan banyaknya cinta yang ditunjukkan masyarakat terhadap musik banyak sekali konser-konser musik yang diadakan di Indonesia khususnya Jakarta. Bukan hanya konser yang diadakan oleh penyanyi dalam negeri saja namun penyanyi mancanegara juga sering mengadakan konser di Indonesia dan jumlah masyarakat yang menontonpun juga terbilang cukup banyak.

Namun hal tersebut tidak menutup adanya orang-orang yang kurang menyetujui hal-hal yang berbau musik. Dibalik banyaknya masyarakat yang menggemari musik, banyak juga masyarakat yang menentang kegemaran orang lain akan musik. Banyak orang yang mengatakan bahwa menggemari musik hanya dapat membuang-buang waktu dan juga uang.

Memang tidak semua orang berpikiran demikian, namun sering kali orang bertanya-tanya atau berkata tentang mengapa seseorang sangat sering mendengarkan musik, atau mengapa seseorang sangat menyukai musik, bahkan tak jarang ada orang yang bertanya tentang mengapa seseorang rela untuk mengeluarkan beberapa lembar uang hanya untuk membeli album musik, menonton konser, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan musik, karena beberapa orang menganggap bahwa tidak banyak hal yang akan didapatkan dari musik. Bahkan banyak orang tua yang menentang kegemaran anaknya terhadap musik karena adanya beberapa pandangan negative terhadap musik dari segi musik itu sendiri, pelakunya, maupun penggemarnya.

Seperti pendapat dari Ibu Rumah Tangga yang satu ini, Ibu Farida termasuk ke dalam salah satu yang kontra terhadap musik, ia setuju jika musik dapat dinikmati namun ia tidak suka jika seseorang menyukai musik secara berlebihan, ia mengatakan. “Musik memang enak saja untuk dinikmati, namun saat menyukai musik secara berlebihan itulah yang sebenarnya tidak baik.” Ibu Farida juga menyetujui bahwa ada hal yang jauh lebih penting daripada musik, ia mengatakan. “Sebenarnya ini bukan masalah membuang-buang waktu ataupun uang, tapi saat menyukai sesuatu ya baiknya seperlu dan secukupnya saja, banyak hal yang lebih penting untuk dipenuhi telebih dahulu sebelum hal tersebut.” Ibu Farida juga berpendapat bahwa musik tidak bisa dianggap sebagai sumber keuangan, ia mengatakan. “Saya tidak pernah melihat musik sebagai sumber keuangan, karena saya percaya jika hal tersebut didapatkan dari ilmu akademik, ilmu akademiklah yang bisa menyelamatkan kita.”

Salah satu narasumber bernama Ibu Juliati juga sependapat dengan narasumber sebelumnya, ia mengatakan. “Jika hanya untuk menjadi sebuah hobi maka hal tersebut masih tidak apa-apa, namun jangan terlalu gila terhadap hal tersebut karena saya setuju bahwa hal tersebut hanya dapat membuang-buang waktu dan uang saja.” Ia lalu melanjutkan, “Menurut saya saat seseorang rela untuk mengeluarkan beberapa lembar uang yang ia miliki untuk menonton konser atau membeli album musik, itu termasuk ke dalam membuang-buang uang, karena tidak ada yang bisa didapatkan dari hal tersebut. Juga, menurut saya, konser termasuk hal yang berbahaya karena bisa berujung anarkis, itulah mengapa saya menganggap taboo konser musik dan sejenisnya karena label penggemar musik yang ‘nakal’ sudah melekat.” Ibu Juliati juga termasuk salah satu orang yang tidak setuju jika musik dijadikan sebagai sebuah profesi, ia mengatakan, “Saya juga tidak setuju jika musik dijadikan sebuah profesi karena kehidupan seseorang akan menjadi terlalu santai dan pendapatannya tidak stabil, dan menurut saya musik itu adalah suatu hal yang tidak bersifat long term.”

Mencintai musik hingga ke tahap fanatisme memang tidak baik, namun, jika kita dapat memilahnya dengan baik, maka sangat banyak hal positif yang bisa kita ambil dari musik itu sendiri. Musik itu sama sekali tidak membuang-buang waktu ataupun uang, musik juga bukan hanya sekedar untuk menghibur saja, karena sebenarnya masih banyak hal positif yang nantinya akan didapatkan dari musik. Pada dasarnya, setiap musik mempunyai meaning tersendiri yang mampu mengubah hidup dan cara berpikir seseorang tentunya terhadap hal-hal yang positif. Banyak sekali orang yang termotivasi dari musik-musik yang mereka dengarkan, bukan hanya dari musiknya saja, tetapi orang-orang dibalik terciptanya musik itu sendiri juga dapat memberikan motivasi dan kebahagiaan untuk para pencintanya. Kembali lagi kepada hal yang sudah dikatakan sebelumnya, ini hanya tentang bagaimana kita dapat memilah hal-hal yang baik dari musik itu sendiri sehingga nantinya kita akan mendapatkan hal yang positif dan berguna.

Seperti apa yang dikatakan wanita yang satu ini, seorang mahasiswi yang sangat mencintai musik bernama Gadistha Aswin, ia mengatakan, “Menurut saya, music is a friend, when people turns their backs on you, music stays beside you.” Ia lalu melanjutkan, “Musik itu relaxing, terkadang musik dapat membantu saya dalam melewati beberapa masalah yang saya hadapi, lirik yang ada pada sebuah lagu tersebutlah yang terkadang membantu saya. Jadi intinya, musik memberikan impact yang baik untuk diri saya.” Ia juga tidak pernah melihat musik sebagai hal yang membuang-buang waktu ataupun uang, ia mengatakan, “Untuk beberapa orang yang mengatakan musik itu membuang-buang waktu ataupun uang… Mungkin untuk kalian musik memang not so worth it tapi untuk orang lain di luar sana musik dapat membantu beberapa orang dalam berbagai macam aspek di kehidupannya.” Ia lalu melanjutkan, “Tidak seharusnya kalian mengomentari seseorang hanya karena mereka mendengarkan musik terus menerus ataupun terlalu sering, karena itu sama saja dengan kalian mengambil kebebasan yang mereka miliki.” Gadistha juga berpesan, “Once you find your type of music, you’ll feel the same, I bet you. So go on, and try it first.” Gadistha juga berbagi tentang bagaimana caranya menyikapi jika ada orang yang bertanya tentang mengapa ia rela mengeluarkan uang untuk membeli album musik atau pergi ke konser dengan mengatakan, “Ya buat support musisinya, karena hanya penggemar yang dapat membantu musisi agar semakin besar nah caranya adalah dengan kita streaming lagu-lagunya di platform resmi atau secara legal dan membeli albumnya.” Menurutnya dengan hal-hal tersebutlah ia bisa mendukung para pemusik yang telah memproduksi dan menampilkan musik tersebut, ia juga percaya bahwa hal-hal kecil tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi yang bisa ia berikan sebagai penggemar, ia juga mengatakan, “Semakin besar nama seorang musisi maka nantinya mereka akan semakin semangat juga dalam menghasilkan karya-karya baru yang dapat menghibur dan memotivasi para penggemarnya.”

Selain Gadistha Aswin, salah satu narasumber lainnya yang juga adalah seorang mahasiswi lainnya bernama Muthia Ramadhini yang juga termasuk kedalam orang yang pro terhadap musik, ia mengatakan, “Menurut saya, musik itu bukan hanya untuk entertaining saja. Music is like love. Kita terima musik, kita rasakan tanpa melihat wujudnya, dan musik bisa bisa sangat berpengaruh untuk hidup. Juga, musik perlahan-lahan dapat menjadi penenang, penyelamat, teman hidup, sumber kesetiaan, dan masih banyak lagi. Tentunya fungsi itu dibuat dari sang maestro musiknya.” Muthia juga menjadikan karya Kunto Aji sebagai contoh musik yang bukan hanya untuk entertaining saja dengan mengatakan, “Kunto Aji baru saja merilis album Mantra Mantra, dan dalam waktu 1 bulan abum tersebut sukses didengarkan jutaan masyarakat Indonesia.” Menurutnya Kunto Aji merupakan bukti nyata bahwa musik bukan hanya untuk menghibur saja, ia mengatkan, “Kunto Aji membuat semua lagunya dari isu-isu sosial yang sering membuat orang-orang stress. Dengan segala teorinya, dia membuat semua lagunya dengan sedetail mungkin untuk menenangkan pendengarnya. Dia buat ini sebagai jalan keluar kesulitan manusia dalam menjalani hidup, dan sudah banyak sekali masyarakat yang mengatakan tentang betapa mengharukannya album tersebut, dan berterima kasih karena telah ‘meracik obat’ yang seampuh itu.” Menurut Muthia, album ini dapat dikatakan sebagai penyembuh batin untuk dirinya. Selain itu, Muthia juga membagikan pendapatnya tentang penggemar yang rela mengeluarkan uang untuk kegemarannya akan musik dengan mengatakan, “Sebenarnya itu balik lagi ke apa yang sudah saya katakana sebelumnya; musiknya menyelamatkan saya, musiknya menemani saya, musiknya menguatkan saya, lalu apa imbalan yang bisa saya berikan? Tentunya dengan membeli dan mendengarkan musik yang telah diciptakan sebagai bentuk dukungan untuk sang musisi.” Muthia juga mengeluarkan pendapatnya tentang penggemar fanatik dengan mengatakan, “Saya juga tidak setuju dengan fanatisme karena hal tersebut terlalu berlebihan. Saya lebih suka fans yang akalnya jernih.”

Pada dasarnya, memang banyak hal positif yang dapat diberikan oleh musik kepada orang banyak, namun memang ada beberapa imej yang dianggap buruk mengenai musik, seperti penggemar yang anarkis dan juga terlalu fanatik, tentang musik yang tidak dapat dianggap sebagai profesi tetap, ataupun anggapan tentang tidak ada yang bisa didapatkan dari musik, dan hal-hal tersebutlah yang membuat beberapa orang kontra terhadap musik, bahkan banyak orang tua yang tidak menyetujui keinginan dan kegemaran anaknya dalam bidang musik, beberapa orang tua cenderung lebih mau anaknya untuk meningkatkan kemampuan akademik, seperti salah satu narasumber yang sebelumnya mengatakan bahwa ia tidak pernah melihat musik sebagai profesi dan yang ia yakini adalah hanya akademiklah yang dapat menolong seseorang dalam hal tersebut, padahal berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan kepada remaja membuktikan bahwa kebanyakan remaja memiliki keinginan dan ketertarikan yang sangat besar terhadap musik. Saat seseorang bertanya kepada remaja tentang apakah mereka senang mendengarkan musik maka kebanyakan remaja akan menjawab mereka senang mendengarkan musik, hasil surveypun juga mengatakan demikian, selain tentang apakah para remaja senang mendengarkan musik atau tidak hal yang ditanyakan selanjutnya adalah tentang apakah menurut mereka musik hanya dapat membuang-buang waktu dan uang saja? 65,5% remaja nyatanya menjawab bahwa musik tidak hanya membuang-buang waktu dan uang saja, bahkan 72,7% remaja mengakui bahwa musik memberikan impact yang baik kepada diri mereka saat ditanyakan tentang apakah musik memberikan impact yang baik kepada diri mereka, lalu saat ditanya tentang ketersediaan mereka dalam memgeluarkan beberapa lembar uang untuk hal-hal yang berhubungan dengan musik seperti tiket konser, album dan lain sebagainya, 74,5% remaja mengaku bersedia dengan hal tersebut karena mereka memang menyukai hal tersebut dan merasa tidak keberatan dalam melakukan hal tersebut, dan terakhir saat ditanyak tentang apakah mereka setuju akan musik yang dijadikan sebagai sebuah profesi, 92,7% remaja menyatakan bahwa mereka setuju dengan musik yang dijadikan sebagai sebuah profesi. Nyatanya, hasil survey ini membuktikan bahwa dibalik adanya beberapa orang tua yang tidak menyetujui kegemaran anaknya akan musik dan bahkan tidak pernah menganggap musik sebagai profesi, masih banyak remaja yang sangat memiliki minat yang besar terhadap musik, dimana selain memang mereka gemar untuk mendengarkan musik, mereka juga tidak keberatan untuk mengeluarkan beberapa lembar uang untuk hal-hal yang berhubungan dengan musik karena pada dasarnya mereka memang menyukai hal tersebut, mereka juga setuju dengan musik yang sebenarnya dapat memberikan impact yang baik bagi orang banyak dan mengakui bahwa mereka juga mendapatkan impact yang baik dari musik untuk diri mereka, selain itu juga nyatanya masih banyak remaja yang sangat berminat dan setuju jika musik dapat dijadikan sebuah profesi.

Sebenarnya alasan dibalik mengapa beberapa orang dan orang tua kontra terhadap musik adalah beberapa anggapan-anggapan buruk yang sudah disebutkan sebelumnya padahal anggapan-anggapan tersebut tidak benar-benar terjadi, mungkin memang ada namun bukan berarti semua yang bersangkutan dengan musik itu buruk, seperti pendapat tentang penggemar yang anarkis nyatanya tidak semua penggemar musik seperti itu, masih banyak penggemar-penggemar musik yang tetap patuh pada peraturan saat sedang menonton konser dan semacamnya. Lalu pendapat tentang musik yang tidak bisa dijadikan profesi tetap, musik memang mungkin akan berganti sesuai jamannya namun bukan berarti musik tidak bisa dijadikan sebagai profesi tetap, karena jika memang kita melakukannya dengan bersungguh-sungguh dan memiliki keinginan besar untuk terus berkembang maka musik yang kita ciptakan nantinya juga akan tetap dikenal dan dicintai banyak orang, di Indonesia sendiripun masih banyak musisi jaman dahulu yang lagunya tetap dicintai dan dinikmati oleh banyak orang. Dan tentang adanya anggapan bahwa tidak ada yang bisa didapatkan dari musik, nyatanya tidak seperti itu, kembali lagi terhadap bagaimana kita melihat musik itu sendiri, nyatanya setiap musik pasti memiliki meaning tersendiri dan tentunya bermanfaat, banyak yang dapat diambil dari musik, ntah dari meaning lagunya yang memiliki arti yang memotivasi, pemusiknya yang memberikan semangat dan contoh yang baik terhadap para penggemar, juga penggemar yang nantinya akan termotivasi dari apa yang mereka gemari karena seorang penggemar dapat menjadi ‘seseorang’ yang dikenal nantinya saat mereka bisa dan mampu untuk melihat sisi-sisi positif yang diberikan hal-hal yang ia gemari dan mau mengembangkannya untuk menggapai mimpi-mimpinya, karena nyatanya hal-hal kecil yang kita jalani ataupun lakukan saat ini nantinya pasti akan memiliki manfaat, musik juga termasuk ke dalam hal tersebut, bahkan dengan musik kita nantinya bisa memiliki banyak teman ataupun mungkin berada dalam satu komunitas yang sama dan mungkin orang-orang dalam komunitas tersebutlah yang nantinya akan menjadi salah satu pendukung kesuksesan seseorang. Pada dasarnya, setiap hal yang kita lakukan dan sukai pasti memiliki impact yang baik untuk diri kita, itu hanya bagaimana cara kita melihat, mengambil, dan memilahnya dengan baik dan benar.

 

Zohra Nur Azizah Sjah

Mahasiswi London  School of Public Relations

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});