(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Musik Yang Disukai Psikopat

Oky
Oky

Musik Yang Disukai Psikopat sumber foto : istimewa

Winnetnews.com - Psikopat. Dengar namanya aja pasti banyak dari kalian udah ngeri. Terlebih dalam film, psikopat digambarkan sebagai sosok yang misterius, jahat, dan suka membunuh. Karena sosoknya yang misterius ini, mungkin banyak di antara kalian yang nggak sadar kalau di sekitarmu sebenarnya ada psikopat berkeliaran! Iya, kita tuh hampir nggak bisa membedakan mana psikopat, mana orang biasa, saking pintarnya mereka menyamar. Bisa dibilang psikopat itu punya seribu wajah.

Tapi seperti dikutip dari National Geographic, baru-baru ini ada penelitian yang mengungkapkan salah satu ciri psikopat dilihat dari genre musik favoritnya lho! Meski nggak semua orang penyuka musik jenis ini adalah psikopat, tapi seenggaknya itu bisa sedikit membuka pengetahuan kita soal psikopat. Daripada penasaran, yuk simak ulasan Hipwee News & Feature ini dulu~

New York University melakukan sebuah studi untuk mengetahui kadar psikopat dalam diri subjek risetnya

Antara psikopat dan musik

Sebanyak 200 orang diuji untuk mengetahui berapa skor psikopat mereka dengan diperdengarkan sebanyak 260 lagu berbeda. Cara itu dikombinasikan dengan menyajikan sederet pertanyaan dalam kuisioner musikal dan tes psikologi. Hasil kuisioner akan dihubungkan dengan skor psikopat para responden. Dari riset ini peneliti dapat mengetahui apa saja preferensi lagu psikopat dan non-psikopat. Lalu apa mayoritas preferensi lagu responden dengan skor psikopat yang tinggi? Jawabannya adalah hip hop dan R&B! Diikuti dengan genre rock.

“Lebih spesifik lagi, lagu Eminem – Lose Yourself dan Blackstreet – No Diggity, jadi dua lagu paling disukai psikopat.” – dilansir Reader’s Digest.

Padahal dalam film yang bercerita tentang psikopat kebanyakan lagu yang dijadikan backsound adalah musik klasik

Musik memegang peranan penting dalam sebuah film, apalagi yang bergenre horor atau thriller, karena terbukti ampuh menghidupkan ketegangan. Film ‘Psycho’ karya Alfred Hitchcock yang digarap tahun 1960 itu contohnya. Film itu terkenal dengan adegan pembunuhan dalam kamar mandinya yang diiringi dengan gesekan biola bernada tinggi. Bagian itu jadi adegan paling diingat dalam sejarah film bioskop, meski pembunuhnya tak ditampilkan secara jelas.

Hannibal Lecter, tokoh psikopat fiksi dalam novel Red Dragon (1981) karya Thomas Harris juga digambarkan sebagai pecinta berat musik klasik. Tak jelas sebab awal kenapa psikopat dalam industri hiburan identik dengan musik klasik berat. Tapi yang jelas, kenyataannya justru mereka cenderung menyukai musik-musik populer.

Dalam riset yang sama, sebagai kebalikannya, responden dengan skor psikopat rendah justru menyukai lagu Sia – Titanium

Psikopat pintar menyamar

Hasil penelitian di atas juga menemukan responden dengan skor psikopat paling rendah. Artinya sifat atau karakter psikopat dalam diri mereka lebih minim dibanding yang terdeteksi psikopat. Dari skor tersebut peneliti juga bisa menyimpulkan kalau non-psikopat ini cenderung menyukai lagu Sia berjudul Titanium. Selain Sia, mereka juga suka My Sharona-nya The Knack.

Meskipun hasil penemuannya sangat menarik, peneliti menyadari kalau riset mereka masih berada di tahap awal. Masih banyak hal yang perlu didalami dalam studi ini

Sadar masih baru melibatkan segelintir orang saja sebagai responden, para peneliti dalam riset di atas menganggap penelitiannya masih berada di tahap awal. Masih banyak yang perlu dievaluasi. Ke depannya mereka berharap dapat melakukan studi yang lebih luas lagi dengan melibatkan ribuan orang untuk mengidentifikasi kecenderungan sifat psikopat mereka.

Preferensi lagu adalah salah satu yang bisa dilihat untuk menilai karakteristik seorang psikopat. Selain lagu, ada banyak tolak ukur yang bisa dipakai untuk menilai apakah orang di sekitar kalian psikopat atau bukan. Kalau kalian penasaran apa saja ciri-cirinya bisa tengok ulasan Reader’s Digest di sini. Siapa tahu ‘kan ada orang-orang terdekat kalian yang ternyata psikopat! Hiii…

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});