Nafas Baru Bank Mandiri, Royke Tumilaar Bakal Terapkan Tiga Strategi Bisnis
Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri, Royke Tumilaar. [Foto: wartaekonomi.co.id]

Nafas Baru Bank Mandiri, Royke Tumilaar Bakal Terapkan Tiga Strategi Bisnis

Rabu, 11 Des 2019 | 09:35 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Pasca didapuk menjadi pucuk pimpinan Bank Mandiri, Direktur Utama (Dirut) Royke Tumilaar menyatakan siap memetakan strategi bisnis salah satu unit dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini.

Royke mengaku sudah menyiapkan tiga strategi yang tidak akan mengubah kebijakan eks Dirut Bank Mandiri, Kartiko Wirjoatmodjo dari segi komposisi bisnis.

"Pada dasarnya saya enggak terlalu banyak mengubah kebijakan Pak Tiko karena saya tim Pak Tiko juga sehingga perencanaan strategi ke depan sebetulnya kita tetapkan bersama-sama. Tapi mungkin ada beberapa strategi yang kita terapkan," kata Royke Tumilaar di Jakarta, Senin (9/12) seperti dilansir Kompas.com.

Royke mengungkap, strategi pertama adalah transformasi digital. Dia bilang, perbankan mungkin akan tergerus dan hilang bila tidak bertransformasi ke sistem digital. Apalagi banyak pemain luar yang masuk menawarkan berapa pilihan platform pembayaran.

Kendati demikian, pihaknya tak akan terburu-buru mentransformasikan semua sektor ke dalam sistem digital. Dia menyadari harus ada beberapa sektor yang perlu diprioritaskan guna mendahulukan kenyamanan pengguna.

"Kita cermati, kita enggak buru-buru. Kita lihat mana yang perlu digitalisasi, dan mana untuk transformasi perubahan. Misal di kartu kredit, tabungan, deposito semua enggak harus ditransfer switch ke digital. Tapi perlahan saja kita transformasikan terutama di ritel banking," sebut Royke.

Royke mengungkap, Bank Mandiri pun sudah menyiapkan investasi untuk transformasi digital meski saat ini investasi masih lebih banyak di sektor ritel. Tapi dia memastikan, investasi IT selalu bertumbuh sekitar 30 persen setiap tahunnya.

Sementara strategi berikutnya, Bank Mandiri dipimpin jajaran direksi baru akan memperkuat sektor commercial banking sembari melihat perkembangan ekonomi ke depan.

Adapun strategi lainnya, Royke berencana mengkolaborasikan penguatan whole sale dengan ritel. Sebab penggarapan kolaborasi sektor itu baru berkisar 15 persen.

"Banyak whole sale yang belum digarap oleh teman-teman ritel konsumer. Kolaborasi akan memperkuat. Saat ini baru 10-15 persen nah itu kan jadi sumber bisnis baru," tuturnya. [kompas]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...