(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nantinya Bayar Tol Hanya di Gerbang Keluar

Rusmanto
Rusmanto

Nantinya Bayar Tol Hanya di Gerbang Keluar
WinNetNews.com - Jalan tol Trans Jawa ditargetkan rampung dan tersambung di 2019. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga tengah mendorong penyederhanaan sistem pembayaran di jaringan jalan tol, yang akan menghubungkan ujung Barat Pulau Jawa di Merak, Banten hingga ke Ujung Timur di Surabaya, Jawa Timur.

Upaya penyederhanaan tersebut saat ini tengah dikaji oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Nantinya antar jalan tol itu nggak ada barrier (pintu tol antar ruas). Kalau ada pintu, itu hanya untuk yang ramp (gerbang akses keluar masuk tol)," ujar Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna, dihubungi detikFinance, Jumat (8/1/2016).

Perlu diketahui, karena investor masing-masing ruas tol berbeda, maka pada batas-batas tol terdapat pintu tol, yang menandakan masing-masing tol dikelola oleh investor yang berbeda.

Misalkan saja pada ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang dikelola PT Jasa Marga Tbk, dengan Jalan Tol Cikampek (Cikopo)-Palimanan yang dikelola PT Lintas Marga Sedaya, dipisahkan dengan gerbang tol yang menandakan dua ruas tersebut dikelola oleh dua badan usaha berbeda.

Ia mengatakan, upaya penyederhanaan ini merupakan salah satu terobosan yang dilakukan pemerintah dan para operator jalan tol untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi para masyarakat penggunanya.

Ditargetkan, sistem pembayaran ini dapat diterapkan penuh pada 2019, ketika seluruh jaringan jalan tol Trans Jawa tersambung. Namun rintisan pelaksanaan terobosan tersebut akan mulai dilaksanakan dama waktu dekat.

"Terutama yang jalur sibuk, misalnya Jakarta-Cikampek dengan Cikampek-Palimanan. Itu akan kita coba satukan," pungkas dia.

disadur dari situs detik finance  

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});