Napak Tilas Sianida untuk Mirna

Napak Tilas Sianida untuk Mirna

Senin, 18 Jan 2016 | 16:15 | kontri
WinNetNews.com - Perlahan tapi pasti, misteri kematian Wayan Mirna Salihin (27), terkuak. Hampir dua pekan, kematian Mirna menyisakan tanya. Apa yang membikin puan rupawan itu meregang nyawa usai menyeruput kopi yang disukainya.

Desas-desus berkembang, Mirna tewas karena menenggak kopi bercampur sianida. Bukan tanpa sebab rumor ini berkembang. Polisi menemukan zat asam di lambung perempuan yang baru sebulan menikah itu.

"Ada zat asam keras yang bisa merusak jaringan lambung sehingga membuat pendarahan," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Musyafak, saat dihubungi akhir pekan lalu. Ahli forensik dari Fakultas Kedokteran UI, Agus Purwadianto mengatakan, sianida merupakan zat yang sering digunakan untuk membunuh.

Menurut Agus, Sianida adalah jenis racun yang cepat menyerang. Butuh waktu kurang dari setengah jam buat membikin korban terkapar. Korban yang keracunan sianida akan merasa lemas lantaran sistem pernafasannya terganggu.

"Di bawah 15 menit langsung reaksi," sebut Agus dalam Program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, awal pekan lalu.

Polisi belum mau mengonfirmasi benar tidaknya dugaan spekulasi dari ahli ini. Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, mengaku paham publik ingin tahu ihwal penyebab perempuan yang punya kembaran itu tewas.

Tapi, Krishna belum bisa mengutarakan penyebab pasti. Menurut alumnus Akpol 1991 ini, polisi sudah punya opini kedua ihwal kematian ahli desain lulusan Australia tersebut.

"Kami menunggu surat resmi dari laboratorium forensik," kata Krishna, Rabu 13 Januari 2016.

 

Selang beberapa hari, polisi bisa memastikan apa yang membuat anak kembar Edi Dharmawan Salihin ini tewas. Kepala Puslabfor Polri Brigjen Alex Mandalika menyebut, ada 15 gram sianida di lambung kembaran Made Sandy Salihin ini.

"Setelah kami pastikan (hasil pengujian sample ), hasilnya kami sampaikan ke Polda Metro Jaya," kata Alex Sabtu, 16 Januari 2016.

15 gram bukan ukuran yang sedikit. Penggunaan 90 miligram sianida barang tentu bisa menyebabkan seseorang meninggal. Apalagi, jika ukurannya sampai 15 gram.

Asal Sianida

Terungkapnya sianida di tubuh Mirna pun menyisakan tanya. Dari mana sianida buat Mirna? Bukan spekulasi, sianida tak dijual bebas. Metrotvnews.com, mencoba menelusuri penjualan sianida. Hasilnya, sianida hanya dijual bagi mereka yang punya izin dari polisi atau dalam bentuk drum seberat 50 kilogram.

Psikolog Forensik dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Reza Indragiri Amril menerangkan, pemberi sianida buat Mirna punya profesi khusus. Sang pemberi adalah orang yang tidak asing dengan racun mematikan tersebut. Atau, sang pemberi memang punya akses buat mendapat senyawa yang mematikan itu.

"Jadi, pelaku bukan orang awam. Melainkan orang dengan profesi, akses, atau otorisasi khusus," kata Reza tengah pekan lalu.

Lantaran itu, bukan tanpa sebab jika spekulasi yang berkembang adalah Mirna dibunuh. Sebab, pengguna sianida bukan orang sembarangan.

"Kalau ini dianggap pembunuhan, pembunuhnya adalah orang dengan latar khusus," jelas Reza.

(dilansir dari kepada Metrotvnews)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...