Skip to main content

Napi Lapas Salemba Panen Sayuran dan Tumbuhan Obat-obatan

Napi Lapas Salemba Panen Sayuran dan Tumbuhan Obat-obatan
Napi Lapas Salemba Panen Sayuran dan Tumbuhan Obat-obatan

WinNetNews.com - Dengan wajah yang summringah, belasan Napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, Jakarta Pusat memanen hasil perkebunan yang ada di dalam kawasan lapas. Kegiatan yang baru dijalani selama setengah tahun terakhir itu tidak hanya sukses mengembangkan sayuran dan tanaman obat, kegiatan tersebut pun kembali menyadarkan mereka untuk bermasyarakat.

Teduh dan rimbunnya hamparan sayuran hijau sudah terlihat dibalik tinggi dan tebalnya tembok penjara, lahan kosong seluas sekitar 800 meter persegi yang semula terbengkalai terlihat penuh dengan sayuran segar. Berbagai jenis sayuran, diantaranya Selada, sawi hijau, pare, bayam hijau, bayam merah, Kangkung dan terong terlihat tumbuh subur dan siap dipanen.

Karena tidak hanya sayuran tumbuh subur, kualitas sayuran yang ditanam pun dinilai sangat baik. Seperti yang terlihat pada hamparan kebun sawi hijau yang berada di bagian depan kebun, batang dan daun sawi terlihat berukuran besar tanpa ada lubang bekas gigitan serangga atau ulat.

Kasudin Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat, Mulyadi mengatakan, awalnya dia tidak terlalu optimis terhadap apa yang dilakukan pada pertengahaan tahun 2015 melakukan sosialisasi mengenai cara menanam dan merawat tumbuhan. Menurutnya ini merupakan gambaran dari kerja keras yang dilakukan oleh para napi. Di tengah tingginya curah hujan dalam tiga bulan belakangan, para napi justru masih sukses bercocok tanam dengan hasil yang memuaskan.

"Ini bukti kalau para napi serius dan telaten menanam sayur, bukan karena terpaksa tuntutan dari petugas lapas," ujarnya.

Dirinya berfikir bahwa para Napi memiliki bakat, karena sayuran yang dipanen juga bagus-bagus. Melihat hasil yang memuaskan, dirinya mengaku akan kembali mengajarkan teknik bertani dengan menggunakan teknologi hydroponik maupun vertikultur.

"Kalau hydroponik dan vertikultur bisa diterapkan, dengan lahan seluas ini, hasil panen bisa dua kali lipat jumlahnya dari sekarang," tutupnya.

Apresiasi pun pantas diberikan, karena jumlah sayuran yang dipanen dalam waktu kurang dari satu jam itu sudah mencapai 40 kilogram, padahal setengah lahan masih terlihat belum dipanen seluruhnya. Seorang penjaga lapas menuturkan, sebagian besar sayuran yang dipanen untuk konsumsi warga Lapas, sedangkan sebagian lainnya akan dipasarkan di luar lapas dengan label Bunda Lasamba, atau Perkebunan Dalam Lapas Salemba.

Nugroho, salah satu petugas Lapas Salemba mengatakan, bertani adalah salah satu dari sekian banyak kegiatan para napi untuk mengisi hari selama tinggal di dalam lapas. Kegiatan ini juga sebagai bekal keterampilan bila mereka telah menyelesaikan masa tahanan. "Kami berharap dengan tambahan keterampilan, para napi tidak kembali mengulangi kejahatannya selepas menyelesaikan masa tahanan," ungkapnya.

Laporan: Areinta

Wartawan Winnetnews

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top