Nasdem Rayu Partai Politik Koalisi Untuk Dukung Ridwan Kamil

Oky
Oky
Senin, 20 Maret 2017 21:51 WIB
Oleh Oky pada Senin, 20 Maret 2017 21:51 WIB
Image Nasdem Rayu Partai Politik Koalisi Untuk Dukung Ridwan Kamil
sumber foto : istimewa

Winnetnews.com - Ketua DPP dari Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan bahwa pihaknya nanti akan mendekati para partai pendukung pemerintah untuk ikut mendukung Ridwan Kamil (RK) yang sudah menyatakan bahwa dirinya bakal maju di Pilkada Jabar 2018.

"Waktu yang cukup untuk melakukan komunikasi politik dengan partai lainnya seperti PAN, PKB, PPP bahkan dengan Golkar, PDIP, dan Hanura untuk membentuk koalisi cagub Jabar yang lebih solid," kata Johnny saat dihubungi di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Nasdem diketahui menjadi parpol pertama yang mendeklarasikan dukungan untuk mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jabar. Jhonny beralasan, dukungan awal itu untuk memberikan kesempatan serta waktu yang cukup bagi RK untuk mulai menilai calon cawagub yang potensial.

"Deklarasi dukungan kepada RK memang perlu lebih dini agar segera masuk dalam etalase politik Pilgub Jabar. Masyarakat diberikan kepastian jauh lebih awal dan dapat menggunakan waktu yang cukup untuk menilai calon pemimpinnya, baik kompetensi dan integritas dalam kurun waktu yang cukup," papar dia.

Anggota Komisi XI DPR RI ini juga menggungkapkan alasan Nasdem memilih Ridwan Kamil untuk maju di Pilkada Jabar. Menurut dia, RK sosok pemimpin yang sangat menonjol di Jawa Barat dan punya integritas.

"Prestasi eksekutif yang cukup gemilang. RK tokoh Jabar yang dekat dan berjarak sama dengan semua parpol, yang memudahkan RK dalam menggalang dukungan politik parpol membangun Jabar. Kami meyakini RK mampu mengakselerasi percepatan pembangunan Jawa Barat yang sejalan dengan kebijakan nasional Presiden Jokowi," tandas Johnny.

Sementara itu, Ridwan Kamil memuji langkah politik Partai Nasdem untuk mengusung dirinya. "Saya didukung Nasdem tanpa mahar sepeser pun," ucap pria yang karib disapa Emil itu di Bandung, Minggu 19 Maret 2017.

Menurut Emil, ini adalah langkah maju dunia politik Indonesia. Dia berharap wajah politik Indonesia ke depan semakin santun dan jauh dari politik transaksional.

Cegah Cepat Lapar dengan Konsumsi Ini saat Sahur
Nasib Zidane Tergantung Final Liga Champions 2018

Reaksi Kamu