(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasib Suram Batubara Sampai Akhir Tahun

Rusmanto
Rusmanto

Nasib Suram Batubara Sampai Akhir Tahun

Banyaknya perusahaan yang merumahkan jumlah pekerjanya, menandakan bahwa batubara mulai ditinggalkan dan konsumen beralih menggunakan gas alam yang lebih ramah lingkungan dan harganya yang murah.

Mengutip Bloomberg, Jumat (7/8) harga batubara kontrak pengiriman September 2015 di bursa ICE Commodity Exchange turun 0,74% ke level US$ 59,90 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Harga ini naik 1,78% dalam sepekan terakhir.

Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures, menuturkan bahwa salah satu penyebab turunnya harga batubara ialah berkurangnya permintaan batubara, terlebih dari China sebagai negara konsumen batubara terbesar di dunia.

Deddy memaparkan pada Juli lalu, China sempat mengimpor batubara sebesar 21,26 juta ton, sehingga impor batubara China naik sekitar 28,1% secara bulanan. Selain berkurangnya permintaan, Deddy menambahkan, bahwa penyortiran yang dilakukan oleh pihak otoritas setempat di China juga menghambat proses impor batubara.

Di sisi lain, Deddy menambahkan bahwa banyak perusahaan tambang batubara yang berencana mengurangi produksinya, seperti Lonmin, Anglo American Plc, dan Scaw Metals Group akibat anjloknya harga batu bara diiringi masalah perbaikan lingkungan yang sedang gencar dikampanyekan dunia.

Deddy memprediksi bahwa penurunan harga batubara ini akan berlangsung dalam jangka panjang.karena trennya yang bearish. Bahkan sampai akhir tahun, Deddy menduga harga batubara bisa berada di bawah US$55 per metrik ton. Meskipun harga batubara bisa saja rebound pada musim dingin di Eropa dan AS nanti, menurut Deddy itu hanyalah karena koreksi. Ditambah lagi, batubara bersaing juga dengan gas alam yang ramah lingkungan dan lebih murah. (jk)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});