Skip to main content

Nasib uang tunai di era transaksi serba gesek

Nasib uang tunai di era transaksi serba gesek
Nasib uang tunai di era transaksi serba gesek

Sektor keuangan tidak bisa menghindar dari roda perkembangan zaman. Ini terlihat dari semakin modernnya sistem pembayaran atau transaksi yang dilakukan di masyarakat.

Evolusi terjadi dalam sistem transaksi. Dulu kita mengenal istilah barter, sebuah sistem pertukaran barang. Seiring perkembangannya, sistem barter tak lagi dipakai sejak kehadiran uang. Masyarakat menggunakan uang menjadi alat pembayaran yang sah dalam setiap transaksi.

Setelah ratusan tahun menggunakan uang koin, inovasi dilakukan dengan penggunaan uang kertas. Dalam sejarah, uang kertas merupakan inovasi manusia pertama kali yang digunakan Dinasti Yuan, di masa kepemimpinan Kubilai Khan pada abad ke-13 di China. Hingga saat ini, uang tunai baik dalam bentuk koin maupun kertas, digunakan di semua negara di belahan dunia.

Kemajuan teknologi mulai membawa angin perubahan pada sistem transaksi. Mulailah dikenal istilah transaksi nontunai dengan uang elektronik sebagai alat pembayaran yang sah. Masyarakat tak perlu lagi menggunakan uang tunai untuk berbelanja atau transaksi lainnya.

Tidak dipungkiri, masyarakat Indonesia tergolong awam dalam urusan pembayaran dengan sistem nontunai. Namun secara perlahan masyarakat mulai terbiasa bertransaksi tanpa uang tunai.

Masyarakat ditawari bermacam ragam uang elektronik yang diterbitkan bank atau provider. Masyarakat punya dua pilihan jenis uang elektronik, ada yang registered dan non registered.

Salah satu perbedaannya ada pada batasan saldo. Jika pakai uang elektronik registered jumlah saldonya bisa mencapai Rp 5 juta, sementara non registered dibatasi saldonya hanya Rp 1 juta.

Masyarakat punya pilihan bentuk uang elektronik. Selain dalam bentuk kartu yang sudah lebih sering digunakan saat ini, juga ada uang elektronik menggunakan ponsel.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top