NATO Cari 'Orang Bijak' untuk Reformasi Diri
NATO minta tolong 'orang bijak' untuk mereformasi diri. [Foto: Caspiannews.co]

NATO Cari 'Orang Bijak' untuk Reformasi Diri

Senin, 2 Des 2019 | 17:11 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - NATO diperkirakan akan meminta sekelompok "orang bijak" untuk membantu mereformasi aliansi tersebut. Hal ini dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mempertanyakan relevansi NATO dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan NATO sedang sekarat.

Sekutu-sekutu Washington di Eropa dan Kanada tidak yakin apa yang diharapkan dari Trump, setelah ia mengkritik Jerman di pertemuan puncak NATO pada Juli 2018 dan mempertimbangkan untuk mundur dari aliansi itu, sebelum akhirnya memujinya dan menerima pujian atas reformasi yang dijanjikan.

Sejak itu, Macron juga melampiaskan kekesalannya atas apa yang dikatakan para diplomat Prancis adalah kurangnya koordinasi NATO di tingkat politik dan kegagalan untuk menangani masalah-masalah tabu.

Sejumlah pejabat NATO mengatakan, untuk mengatasi kekhawatiran tentang masa depan alinasi, dalam pertemuan puncak pekan depan di London, Inggris, NATO mungkin akan mengadopsi proposal Perancis-Jerman untuk membuat tim yang berisikan tokoh yang dihormati, yang akan bekerja di bahwa Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg.

"Kami berusaha menyalurkan kejutan yang dihasilkan (oleh komentar Macron) untuk menyusun debat politik," kata seorang diplomat senior Prancis yang terlibat dalam diskusi mengenai pembentukan tim tersebit, seperti dilansir Japan Today.

"Tujuannya adalah untuk mengamankan "aliansi transatlantik yang seimbang," kata diplomat itu, dengan kemudian mengatakan bahwa Eropa menyadari bahwa Washington membawa beban yang terlalu besar.

"Kelompok itu mungkin kecil, dengan campuran negarawan tua dan lainnya yang dapat mengusulkan ide-ide yang lebih radikal," ungkap diplomat tersebut.

NATO adalah organisasi yang dibentuk pada tahun 1949 untuk menghadapi ancaman Uni Soviet. Tetapi, aliansi itu menemukan tujuan baru setelah Rusia mencaplok Crimea pada tahun 2014.

Aliansi yang berbasis di Brussel itu sendiri sekarang berada di bawah tekanan untuk membantu menyelesaikan beberapa krisis paling sulit di dunia dan Washington telah mendorongnya untuk mempertimbangkan posisinya terhadap China, kekuatan militer yang sedang tumbuh. [sindonews]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...