Negara Ini Punya Transportasi dengan Penumpang yang Membludak. Jakarta Sih Gak Ada Apa-apanya
Foto: Dailymail

Negara Ini Punya Transportasi dengan Penumpang yang Membludak. Jakarta Sih Gak Ada Apa-apanya

Selasa, 30 Mei 2017 | 14:40 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Saat kamu melihat penuhnya kereta pada jam-jam sibuk, kamu perlu bersyukur karena keadaannya tidak seperti negara Bangladesh. Penumpang menumpuk dalam satu rangkaian kereta. Belum lagi mereka yang duduk dan bergelantungan di luar kereta. Itu sangat berbahaya.

Gambaran mengejutkan ini menangkap keseharian penumpang di Bangladesh, yang melihat ribuan pekerja memanjat satu sama lain untuk naik kereta api dari kota Dhaka. Pria, wanita dan anak-anak ditarik ke atap kereta setinggi 12 kaki, karena mereka berjuang untuk menemukan tempat untuk bisa sampai ke tempat tujuan.

Dengan tidak ada kursi yang tersedia di dalam, banyak penumpang memutuskan untuk mengambil risiko dan memilih atap untuk perjalanan mereka ke luar kota. Pembuat dokumenter Yousuf Tushar menghabiskan sepanjang hari di stasiun kereta kota Dhaka untuk menangkap adegan-adegan sibuk yang penuh sesak.

Pria berusia 33 tahun, di kota Dhaka, Bangladesh, menjelaskan: "Ini adalah kereta tersibuk di pagi dan malam hari ketika orang-orang datang ke kota untuk bekerja atau pergi pulang. Mereka yang gagal mendapatkan tempat di dalam kereta akhirnya naik ke atap atau berpegangan pada sisi dan bagian depan kereta." katanya.

"Sekitar 2.000 orang memanjat ke atap kereta. Banyak orang butuh pertolongan pendakian, baik dari orang-orang di dalam maupun di atas atap karena kereta setidaknya setinggi 12ft." tambahnya, seperti dikutip dari Dailymail .

image0

image1

image2

Tushar berada di stasiun kereta sepanjang hari mengambil foto-foto ini, kadang-kadang di jembatan penyeberangan kereta sampai dia bisa sampai di rumah.

"Saya berkeliling di atap untuk mendapatkan beberapa foto," ungkapnya, berkomentar bahwa kecepatan rata-rata sekitar 27mph.

"Kebanyakan orang hanya duduk di atap, mereka sering tidak berpegangan pada sesuatu, jadi hanya harus bergantung pada keseimbangan meski terkadang kamu akan melihat penumpang berpelukan. Selama festival atau bahkan hari-hari suci yang panjang, penumpang semakin banyak." katanya.

image3

image4

"Ada manajemen transportasi yang sangat buruk di Bangladesh, karena itulah orang memilih atap dan sisi kereta jika mereka tidak bisa mendapatkan tempat duduk. Kebanyakan orang hanya ingin pulang dan mereka mengambil risiko untuk perjalanan mereka." katanya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...