(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Negara Jepang Dituduh Plagiat di Logo Olimpiade Tokyo 2020

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Negara Jepang Dituduh Plagiat di Logo Olimpiade Tokyo 2020

Melansir laman dreamersradio, sebuah tuduhan plagiat dilayangkan kepada Kenjiro Sano, seorang perancang asal Jepang yang didapuk mmebuat logo Olimpiade Tokyo 2020. Sano dituding melakukan plagiat karena logo Olimpiade Tokyo 2020 buatannya dinilai sama persis dengan logo sebuah gedung teater di Belgia.

Tuduhan tersebut pertama kali datang dari Olivier Debie, seorang perancang asal Liege, Belgia yang membuat logo teater Liege. Menurutnya, Sano terlebih dulu melihat logo buatannya tersebut sebelum membuat logo untuk Olimpiade Tokyo 2020.

“Setelah melihat logonya, aku berusaha keras untuk membayangkannya bagaimana desainer ini tidak melihat hasil karyaku sebelumnya,” kata Olvier Debie dikutip ABC Net.

Mendapatkan tuduhan tersebut, Kenjiro pun kemudian membantah bahwa ia meniru logo yang dibuat oleh Debie. Kenjiro pun mengaku ia sama sekali tidak pernah mengenal atau mengetahui tentang logo teater yang dibuat Debie di Belgia.

“Aku benar-benar tidak memiliki informasi atau pengetahuan apa pun tentang logo ini sebelumnya, dan aku jelas tidak memiliki referensi atau maksud terhadap logo tersebut ketika aku membuatnya,” bantah Kenjiro Sano pada Jum’at (31/7).

Logo yang dimaksud adalah logo di mana Kenjiro mengkreasikan huruf ‘T’ sebagai cerminan dari ‘Tokyo’ dan dibubuhi sebuah titik berwarna merah di bagian atas sebagai salah satu identitas dari bendera nasional Jepang.

Menanggapi hal ini, pihak Kementerian Olimpiade Jepang pun langsung bertindak dan melakukan pengecekan tentang hak cipta dan regulasi internasional soal penggunaan logo tersebut. Sebelumnya, Jepang diketahui menggunakan logo buah cherry dalam warna pelangi saat mereka mengampanyekan sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2020.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});