(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

New Croton Dam, Bendungan Air Terbesar di New York

Liani
Liani

New Croton Dam, Bendungan Air Terbesar di New York

New Croton Dam juga dikenal sebagai Cornell Dam, merupakan bagian dari sistem pasokan air New York City, membentang di Sungai Croton dekat Croton-on-Hudson, New York, sekitar 22 mil (35 km) utara dari New York City.

Konstruksi dimulai pada tahun 1892 dan selesai pada tahun 1906. Dirancang oleh Alphonse Fteley (1837-1903), batu bendungan ini adalah 266 kaki (81 m) luas di dasar dan 297 kaki (91 m) tinggi dari dasar untuk puncak.

Bendungan, di Westchester County iini, memiliki spillway (lubang air) yang tidak biasa, bagian buatan dan bagian alami, membentuk air terjun di sisi utara dari struktur. New Croton Dam juga dihiasi dengan taman umum. Taman ini, juga sering dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi yang populer untuk memancing, piknik, dan hiking.

Akses jalan dari taman ini juga bisa menembus ke New York City Old Croton Aqueduct. Di musim dingin, taman di dekat bendungan ini adalah tempat favorit untuk bermain ski dan bisa jadi tempat wisata kereta gantung.

Melansir Amusing Planet, bendungan Croton versi lama dibangun pada tahun 1842. Pada zamannya, waduk tua itu memiliki kapasitas untuk memasok sekitar 90 juta galon air sehari ke kota melalui saluran air bawah tanah 66 km. Pada akhir abad ke-19, menjadi jelas bahwa New York City membutuhkan lebih banyak air. Akibatnya, pekerjaan dimulai pada New Croton Dam.

Untuk membangun bendungan baru, 52 km persegi tanah yang ditempati oleh gedung-gedung publik dan swasta, enam kuburan, dan lebih dari 400 peternakan harus dibersihkan. New Croton Reservoir akhirnya mampu memasok 200-300 juta galon air sehari.

Bendungan adalah salah satu struktur buatan manusia yang paling mengesankan di timur laut negara itu, dengan air terjun-seperti katup megah, dinding penahan luas dan jembatan udara yang menawarkan tampilan close-up.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});