Ngabalin Sebut Amien Rais Pak Tua Calon Presiden Taksi

Oky
Oky

Ngabalin Sebut Amien Rais Pak Tua Calon Presiden Taksi Sumber : Istimewa

WInnetnews.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menyebut kesepakatan akuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia adalah sebuah kebohongan.

Sementara itu tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menantang Amien Rais untuk mengeluarkan data terkait tudingan itu.

Amien Rais menyinggung pemerintah yang baru saja menyepakati akuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Menurut Amien, hal itu hanya sebuah kebohongan.

“Seolah-olah kita sudah senang karena Freeport kembali ke tangan Ibu Pertiwi. Buat saya, itu hanya, maaf, bohong-bohongan, karena operasional masih mereka, semuanya masih mereka. Gitu,” kata Amien di lokasi acara di aula Masjid Al-Furqon, Jakarta Pusat, Sabtu, kemarin.

Namun Amien tidak mau melanjutkan ucapannya soal Freeport itu. “Saya tidak ingin mendalami ini karena ada yang lebih ahli, nanti saya bisa keliru,” ujarnya.

Terkait hal itu, Ali Mochtar Ngabalin menanggapi pernyataan Amien Rais tersebut. Dia menantang Amien menunjukkan data-data jika bicara.

“Suruh saja cari jalan agar pak tua itu siapkan data-datanya yang benar kalau tunjuk batang hidung Kementerian ESDM dan pemerintah Indonesia itu bohong soal kepemilikan saham Indonesia itu 51%,” kata Ngabalin, Sabtu (14/7/2018).

“Kalau Pak Amien mau menaikkan popularitasnya sebagai calon presiden dan atau mau menaikan elektabilitasnya sebagai calon presiden “taksi” tidak usah dengan cara memfitnah dan menyebarkan kebencian pada pemerintah,” sambungnya

Ngabalin mengatakan, pernyataan-pernyataan Amien selama ini yang menyerang pemerintah sama sekali tidak berbasis data. Ngabalin menilai Amien justru menjatuhkan kredibilitasnya sebagai tokoh karena berpolitik dengan cara yang tidak lazim.

Ngabalin mengaku sedang berada di Yogyakarta mendampingi Presiden Jokowi kunjungan kerja. Dia menyebut, warga Yogya banyak yang memberi dukungan kepada Jokowi, berbeda dengan sikap Amien Rais.

“Tidak jarang mereka ada yang mengomentari dan memberi dukungan ‘kami dukung pak Jokowi juga setelah sorban Ngabalin ada di Istana’, ‘lawan pak tua itu mas Ngabalin’. Saya tanya siapa pak tua yang njenengan maksudkan ‘ya siapa lagi kalau bukan calon presiden “taksi” nama saya Rais nggak pakai Rais’. Oh saya baru tahu kalau pak tua itu Amien Rais maksudnya,” sindir Ngabalin.

Apa Reaksi Kamu?