Ngaku Diculik, Pramugari Ini Dipecat dari Pekerjaannya
Foto: Instagram/kalinacollier_lied

Ngaku Diculik, Pramugari Ini Dipecat dari Pekerjaannya

Senin, 22 Feb 2021 | 11:01 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Seorang pramugari maskapai JetBlue yang juga merupakan youtuber, beberapa waktu yang lalu membuat unggahan Instagram Story yang membuat dirinya dipecat dari pekerjaannya. Wanita bernama Kalina Collier ini mengatakan kalau dirinya diculik dan ditahan di Jamaica.

Dia mengatakan kalau dirinya berada di resor Ocean Coral Spring, dengan ruangan tanpa air conditioning (AC) dan kerannya mengeluarkan air berwarna coklat.

“Sekarang saya disandera,” katanya.

Melihat unggahan tersebut, warganet pun meramaikan tagar #whereiskalinacollier. Mereka juga meminta kejelasan dari pihak resor tentang kondisi wanita Collier. Namun ternyata, apa yang dikatakan oleh wanita tersebut di Instagram Storynya, adalah sebuah kebohongan.

Dilansir dari Traveller, wanita berusia 22 tahun itu dinyatakan positif Covid-19 ketika menjalani tes antigen, yang kemudian berubah menjadi negatif satu jam kemudian. Hasil tes yang positif, membuat Collier harus menjalani karantina di hotel selama 14 hari, sesuai dengan standar penanganan Covid-19 di Jamaica.

Dalam Siaran Langsung yang dilakukan di Instagram, Kalina collier mengungkapkan kekhawatirannya. Dia meragukan hasil tes yang tidak pernah dilihat saat menunggu di sebuah ruangan di mana ia mengklaim ada tiga kamera yang mengawasinya. Collier juga takut kalau penjaga yang berpatroli di luar kamarnya akan menyerang jika dia coba pergi.

Menteri Pariwisata Edmund Barlett mengatakan, bahwa Collier tidak diculik melainkan hanya menjalankan karantina di hotel.

“Tuduhan palsu Nona Collier telah menjadi viral di seluruh dunia dan telah meyakinkan banyak orang bahwa pihak berwenang Jamaika dan pemangku kepentingan pariwisata kami telah memperlakukannya dengan tidak adil,” katanya.

“Kami telah melakukan segala daya kami untuk memastikan bahwa masa karantina telah nyaman,” imbuh Barlett.

Akibat tudahan yang mengancam industri pariwisata Jamaika, Kalina Collier harus kehilangan pekerjaannya. Derek Dombrowski, juru bicara perusahaan, mengatakan kepada The Washington Post, kalau mereka sedang melakukan penyelidikan.

“Kami terus meminta maaf atas rasa frustasi dan kekhawatiran yang diakibatkan oleh insiden dan menegaskan kembali kepercayaan kami pada protokol kesehatan yang telah diterapkan Jamaika. Secara umum, kami menganggap anggota awak JetBlue memiliki standar tinggi dalam hal integritas,” jelasnya.

Seorang reporter Gleaner Janet Silvera menelusuri ruangan yang disebut oleh Kalina Collier sebagai tempat dirinya disandera. Kamera yang dimaksud olehnya ternyata hanya sensor gerak dan wanita tersebut juga bisa membuka jendela kamarnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...