Nggak Mau Kalah dengan Jessica Wongso, Ahok juga Ingin Sidangnya Live di TV
Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama, Ahok. Foto: Istimewa.

Nggak Mau Kalah dengan Jessica Wongso, Ahok juga Ingin Sidangnya Live di TV

Senin, 5 Des 2016 | 10:43 | kontributor

WinNetNews.com - Sama seperti sidang kasus kopi sianida, yang menampilkan persidangan terdakwa Jessica kumala wongso di televisi, Gubernur DKI Jakarta, Ahok pun ingin kalau sidang kasus penistaan agama yang menjerat dirinya disiarkan live di televisi.

Dikutip dari Detik, harapan ini kembali disampaikan Ahok, Senin (5/12/2016). Saat berada di Rumah Lembang untuk menerima aduan warga, Ahok dengan nada guyon menyebut dirinya merasa iri dengan sidang peradilan Jessica Kumala Wongso terkait kasus pembunuhan dengan racun sianida disiarkan secara terus menerus. Dia ingin sidangnya disiarkan sama seperti Jessica.

"Mudah-mudahan sidangnya cepat. Saya pikir harus cepat. Stasiun TV juga jangan cuma Jessica yang diliput lama. Saya sidang mesti diliput. Supaya orang tahu ada enggak niat saya menghina dan menista agama," kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016).

Dia kembali menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk menistakan agama apapun sebab ia mempercayai berbagai kitab suci serta meneladani sifat dari Nabi Muhammad SAW.

"Saya percaya kitab Zabur, Taurat, Injil dan Alquran. Saya percaya ada akhirat dan saya percaya Nabi Muhammad. Ajaran beliau memiliki sifat amanah, sidiq, fathanah dan tabligh," sebut Ahok.

Saat ini, berkas kasus Ahok yang bernomor perkara 1537/Pid.B/2016/PN JKT.UTR sudah diterima oleh PN Jakut dari Kejagung melalui Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakut, Kamis (1/12) sekitar pukul 13.00-13.30 WIB. Pihaknya langsung mempelajari berkas tersebut.

"Berkasnya masih dipelajari. TKP dipastikan dulu dimana, harus dibaca lagi. Butuh waktu sebelum Ketua Pengadilan menunjuk siapa hakim ketua dan majelisnya. Kalau memang benar TKP-nya di Jakarta Utara, baru akan ditentukan hakim ketua dan majelisnya," kata Humas PN Jakut Hasoloan Sianturi saat dihubungi, Minggu (4/12) malam.

"Biasanya 2 hari kerja. Jadi kemungkinan Selasa sudah ditentukan," lanjutnya.

Dakwaan terhadap Ahok akan disusun secara alternatif yakni dengan pasal 156 a dan atau pasal 156. Ahok diduga menistakan agama saat menyebut surat Al-Maidah ayat 51 saat bertemu warga di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...