Ngotot Jadi Wantimpres, Hanura Sebut Wiranto Haus Kekuasaan
Watimpres Wiranto (foto: Kompas)

Ngotot Jadi Wantimpres, Hanura Sebut Wiranto Haus Kekuasaan

Senin, 16 Des 2019 | 11:57 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan terus mendapatkan cemoohan dari Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir, setelah penunjukkan Wiranto sebagai ketua sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Inas menyebut Wiranto sebagai sosok yang haus kekuasaan.

Ia juga menolak Wiranto sebagai representasi Hanura. Menurutnya, Wiranto tidak memiliki ikatan emosional dan akar kuat di partai tersebut. “Wiranto is no longer a part of Hanura b’coz his ambition (Hanura bukan lagi bagian dari Hanura karena ambisinya),” kata Inas dalam sebuah keterangan tertulis kepada Tempo, Senin (16/12).

image0
Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir (foto: Tribunnews)

Lebih lanjut, Inas menilai jika ambisi tidak sehat Wiranto merupakan syahwat keinginan untuk berkuasa. Ia juga membeberkan jika di era pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wiranto tega melepas jabatan ketua umum Hanura demi jabatan Menkopolhukam.

Syahwat berkuasa Wiranto ternyata tak kunjung habis, malah semakin menggebu-gebu, ketika dengan bangga Wiranto berdiri di depan Presiden untuk menerima pelantikan Wantimpres!” sindir mantan anggota DPR ini.

Sebagai wantimpres, Wiranto diharuskan untuk mencopot jabatannya di partai politik. Beberapa waktu silam, Inas semapt menyinggung bahwa Wiranto masih punya jabatan di Hanura danmasih terdaftar resmi dalam Kementerian Hukum dan HAM.

image1
Wiranto dilantik menjadi Wantimpres oleh Presiden Joko Widodo (foto: Panrita News)

Masih menurut Inas, sebagai seorang negarawan, Wiranto harusnya kembali ke Hanura untuk untuk membenahi. Ia juga harusnya mengurus partai agar bisa cetak gol di Pemilu 2024 mendatang. Tidak tanggung, Inas juga membandingkan Wiranto dengan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang yang menolak jabatan watimpres demi mengurus partai.

“Bang OSO sudah menjadi contoh yang baik dan luar biasa, karena Bang OSO lebih mencintai partai dairpada duduk menjadi pejabat tinggi negara,” celetuk tajam Inas.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...