NJOP Tanah Reklamasi Rp20 Juta Per Meter, Aguan: Pemda Berlebihan

Zaenal Arifin
Zaenal Arifin

NJOP Tanah Reklamasi Rp20 Juta Per Meter, Aguan: Pemda Berlebihan

 Jakarta, Winnetnews.com -  Pendiri Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan, menegaskan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk wilayah reklamasi, terlalu tinggi. Bahkan seorang gubernur juga tidak bisa menetapkan NJOP suatu wilayah sendiri tanpa perhitungan dari ahli.

"Awalnya saya mendapat kabar dari Pemda mengajukan NJOP yang angka luar biasa tinggi. Sepengaetahuan saya ada tim khusus yang membuat NJOP itu. Gubernur maupun DPRD tidak bisa menetapkan NJOP menggunakan angka yang ada. Dia (Pemda) kasih harga NJOP Rp20 juta lebih, saya bilang itu berlebihan," ungkap Aguan dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Menurut Aguan yang sudah berpengalaman selama lebih dari 40 tahun di bidang properti, ada formula khusus untuk menetapkan NJOP.

"Ini pulaunya bahkan belum juga selesai, jalan belum selesai, bangun rumah belum selesai 'you' mau ambil daratan NJOP-nya kurang fair, kalau misalnya satu area NJOP-nya Rp3 juta kalau mateng (harga jual) itu Rp10 juta, Kalau laha 100 persen, penggunaan tanah kita hanya 33 persen, karena ada tanah hijau, fasos (fasilias sosial), fasum (fasilitas umum) dan tanah (kontribusi) 5 persen itu," tegas Aguan.

Aguan mengungkapkan, tanah yang ditempatinya di Pantai Indah Kapuk yang masuk kawasan mewah, NJOP-nya hanya Rp15 juta.

"Saya di PIK baru bayar Rp15 juta jadi kalau (NJOP pulau reklamasi) diambil Rp20 juta itu tidak masuk akal. Maksud saya, saya ampaikan ke anggota DPRD dan Sunny mengenai ini ketentuannya terlalu tinggi, kalau bisa cari tim khsusu untuk menilai," jelas Aguan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});