Nomofobia, Takut Hidup Tanpa Ponsel
ilustrasi

Nomofobia, Takut Hidup Tanpa Ponsel

Senin, 27 Jul 2020 | 07:32 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Ketergantungan terhadap ponsel dapat menyebabkan seseorang mengalami nomofobia atau nomophobia (no mobile phone phobia). Bagi sebagian orang, penggunaan ponsel memang tidak dapat dipisahkan dari keseharian. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan fobia yang berpotensi mengganggu keseharian. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Nomofobia?

Nomofobia atau nomophobia adalah merupakan istilah untuk ketakutan berlebihan yang muncul ketika seseorang berpisah dengan ponselnya untuk jangka waktu tertentu. Nomophobia sendiri merupakan singkatan dari ‘no mobile phone phobia’.

Merasa sedikit khawatir ketika berpisah dengan ponsel karena ponsel hilang, baterai habis, atau sinyal yang hilang dapat merupakan hal wajah. Namun, apabila rasa khawatir dan takut yang dirasakan ini sangat kuat, intens, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, maka dapat dikatakan bahwa Anda memiliki fobia ini.

Seiring berkembangnya teknologi dan semakin bergantungnya manusia dengan ponsel, fobia ini juga mulai berkembang. Meskipun masih sedikit penelitian tentang fobia ini, namun beberapa studi telah menemukan bahwa fobia ini memang semakin meluas.

Istilah nomophobia pertama kali diciptakan oleh United Kingdom (UK) Post Office pada tahun 2008 ketika YouGov – organisasi penelitian yang berbasis di Inggris –melakukan penelitian untuk mengevaluasi adanya kemungkinan gangguan kecemasan yang muncul akibat penggunaan ponsel berlebihan.

Hasilnya, studi tersebut menunjukkan bahwa 53% orang Inggris yang menggunakan ponsel merasa cemas ketika tidak memiliki ponsel, baterai habis, atau kehilangan sinyal.

Penelitian lain di India pada tahun 2017 mengamati 145 mahasiswa kedokteran tahun pertama. Studi menunjukkan 17,9% peserta diketahui memiliki nomofobia ringan, 60% memiliki gejala sedang, dan 22,1% mengalami gejala parah fobia ini.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...