Novel Baswedan Tolak Pengawalan Polisi Untuk Dirinya
ilustrasi

Novel Baswedan Tolak Pengawalan Polisi Untuk Dirinya

Kamis, 27 Apr 2017 | 07:33 | Rusmanto

WinNetNews.com - Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan sempat menanyakan tentang pengawalan yang 'ditolak' Novel Baswedan. KPK menilai hal-hal seperti itu nantinya akan diperbaiki melalui koordinasi dengan pihak kepolisian.

"Kita lebih fokus kepada mencari siapa pelakunya dan kewenangan itu otoritas itu tentunya ada di pihak kepolisian, ketimbang kita kemudian melihat faktor-faktor yang lain. Kalau pun ada persoalan mitigasi, risiko tentu kita perbaiki ke depan bersama-sama," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (26/4/2017) malam.

KPK pun menaruh kepercayaan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku teror penyiraman air keras ke Novel. Sejauh ini memang polisi belum menemukan secara jelas siapa pelakunya.

"Yang kita tunggu informasi dari kepolisian adalah siapa pelaku yang melakukan penyerangan tersebut. Yang terkait hal-hal lain kalau ada kesulitan, kami percaya kepolisian sudah pernah menangani kasus yang jauh lebih rumit dan bisa diungkap sebelumnya," ujar Febri.

Sebelumnya, Iriawan mengaku sempat menanyakan pengawalan ke Novel. Iriawan menyebut pengawalan memang sudah dilakukan pihak kepolisian dari awal tapi Novel memutuskan tidak menggunakan pengawalan tersebut.

"Menurut yang bersangkutan (Novel) pengawalnya disuruh pulang karena yang bersangkutan 'nggak enak lah saya seperti saya paranoid saya'," kata Iriawan.

"Saya bilang (ke Novel) kenapa (memulangkan pengawal), kan sudah saya sampaikan bahwa yang bersangkutan sedang menangani beberapa kasus besar sehingga sangat wajarlah kalau dikawal," imbuhnya.

Kapolda pun sangat menyesalkan 'penolakan' pengawalan oleh Novel tersebut. Pada saat disiram air keras, Novel tidak mendapat pengawalan polisi.

Menurut Iriawan, andai saja Novel tetap dikawal, kejadian tersebut dapat dicegah. "Sehingga analisa kita itu akan ada (teror) ke sana. Kalau dijaga tempo hari itu akan bisa minimal mengurungkan niatnya (pelaku), karena anggota yang berjaga di rumah Novel itu bersenjata," pungkas Iriawan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...