Nuansa Imlek di Solo Mulai Terasa

Nuansa Imlek di Solo Mulai Terasa

Senin, 1 Feb 2016 | 12:15 | Nadia Chevina
WinNetNews.com - Ribuan masyarakat Solo memadati Pasar Gede untuk menyambut Imlek. Suasana perayaan warga Tionghoa ini kian terasa. Walau berdesakan, mereka tak mau melewatkan kemeriahan Grebeg Sudiro yang dimeriahkan 1.825 orang terbagi menjadi 54 kelompok karnaval. Berbagai atraksi kesenian khas asal negeri tirai bambu, Tiongkok, seperti Barongsai serta Liong pun turut ditampilkan.

Tepuk tangan masyarakat menggema saat melihat kelihaian para pendekar-pendekar ini memainkan Barongsai serta Lion saling memperebutkan angpao. Tak ketinggalan pula kue keranjang, kue khas Tiongkok disusun menyerupai miniatur Klenteng Tien Kok Sie dan Pasar Gede. Kemeriahan perayaan Imlek 2567 di Tahun Monyet Api ini semakin terlihat saat kue keranjang itupun dibagikan pada masyarakat.

Harmonisasi antar etnis di Tahun Monyet Api ini semakin terasa dengan keikutsertaan kebudayaan dari tiap-tiap Kelurahaan di kota Solo. Termasuk para pedagang buah Pasar Gede pun tak mau ketinggalan ikut berpartisipasi dalam festival budaya yang sudah digelar selama 9 kali tersebut.

Ketua Panitia Bersama Imlek 2567/2016, Sumartono Hadinoto mengatakan dua maskot kera sebagai simbol tahun monyet api yakni Sun Go Kong dan Hanoman ini sekaligus sebagai simbol akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya asli Indonesia khususnya di Kota Solo sudah terbentuk sejak ratusan tahun lalu. Tak heran bila pada tahun ini tema yang diusung yaitu 'Budaya Imlek Memperkokoh NKRI'.

"Dua tokoh baik di dunia pewayangan maupun kisah Tiongkok, Hanoman serta Sun Go Kong menjadi simbol kepahlawanan. Penggabungan tersebut diharapkan memberi semangat untuk terus bersatu padu dan menebarkan manfaat untuk banyak orang," papar Sumartono.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Esti Rekoastuti mengakui takjub melihat akulturasi antar kebudayaan dalam Grebeg Sudiro ini.

Melalui kerukunan yang tercemin melalui gelar budaya Grebek Sudiro ini bisa menjadi senjata ampuh untuk mendongkrak pariwisata khususnya di Kota Solo. Sebab, adanya percampuran antar budaya di Kota yang pernah dipimpin Presiden Jokowi ini, menjadi daya tarik cukup kuat untuk mendatangkan wisatawan.

"Perpaduan antar budaya, budaya Tiongkok dan Jawa ini merupakan daya tarik tersendiri bagi pariwisata. Khusunya di Kota Solo. Kementerian Pariwisata siap mempromosikan untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara," tutupnya.

Dilansir dari laman okezone 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...