Hari Prematur Sedunia, Begini Nutrisi dan Penanganan yang Tepat Agar Anak Prematur Tumbuh Optimal

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Hari Prematur Sedunia, Begini Nutrisi dan Penanganan yang Tepat Agar Anak Prematur Tumbuh Optimal Time and Date

Winnetnews.com - Setiap tahun, 15 juta anak terlahir prematur di seluruh dunia dan jumlah ini terus bertambah. Kelahiran prematur merupakan penyebab kematian tertinggi anak baru lahir, termasuk di Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Prematur Sedunia yang jatuh pada hari ini, 17 November setiap tahunnya, Danone Indonesia kembali menghadirkan acara diskusi “Bicara Gizi: Upaya Pencegahan dan Tata Laksana Anak Prematur Agar Tumbuh Kembang Optimal”. Acara ini membahas tuntas mengenai permasalahan kelahiran prematur, mulai dari upaya pencegahan hingga perawatan untuk anak yang terlahir prematur bersama para ahli.

Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary Danone Indonesia, mengungkapkan, “Di Danone, kami percaya bahwa nutrisi memiliki peran penting untuk membawa perubahan positif pada kesehatan seseorang. Melalui acara ini kami ingin meningkatkan kesadaran bahwa nutrisi dan penanganan yang tepat pada masa 1000 hari pertama kehidupan di Kecil akan berpengaruh pada kesehatan jangka panjang, terlebih pada anak yang terlahir prematur.”

Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary Danone Indonesia, menjelaskan bahwa Danone percaya bahwa nutrisi memiliki peran penting untuk membawa perubahan positif pada kesehatan seseorang. Melalui acara “Bicara Gizi: Upaya Pencegahan dan Tata Laksana Anak Prematur Agar Tumbuh Kembang Optimal”, Danone ingin meningkatkan kesadaran akan pentingnya nutrisi dan penanganan yang tepat pada masa 1000 hari pertama kehidupan si Kecil. (Foto: Dok. Prisma PR)

“Sebagai ibu dari tiga orang anak kembar yang lahir prematur, saya merasakan  sendiri manfaat dukungan medis dan nutrisi yang tepat yang berperan sangat penting dalam meningkatkan kesehatan dan perkembangan anak-anak saya, serta kemapuannya dalam beradaptasi dengan lingkungan kelak,” tambah Vera.

Kelahiran prematur, atau pada usia kandungan kurang dari 37 minggu, merupakan penyebab kematian tertinggi anak baru lahir di berbagai kelahiran di dunia. Berdasarkan data WHO, terdapat 10 negara yang menyumbang 60% kelahiran prematur di dunia. Dari kesepuluh negara ini, Indonesia menempati peringkat 5 tertinggi dengan angka kelahiran prematur sekitar 675.500 pada tahun 2010. Sementara itu, temuan EveryPreemie di bulan Mei 2019, menemukan 528.000 anak lahir prematur setiap tahunnya. Tak hanya itu, komplikasi yang terjadi dalam kelahiran prematur menyebabkan 27.800 anak usia balita meninggal setiap tahunnya.

Dr. dr. Ali Sungkar, Sp.OG-KFM, Dokter Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan, ada beberapa faktor risiko yang dapat menjadi pemicu kelahiran prematur, antara lain adalah usia ibu yang terlalu muda saat  terjadi kehamilan, ibu yang hamil dengan anak kembar dua atau lebih, infeksi saat kehamilan, penyakit yang diderita ibu saat hamil (diabetes, hipertensi, anemia, dan lain-lain), kurangnya nutrisi saat hamil, gaya hidup tidak sehat, hingga gangguan kesehatan mental saat mengandung seperti depresi,”

Kelahiran prematur dapat menjadi penyebab komplikasi kondisi kesehatan, baik dalam jangka pendek seperti gangguan pernapasan dan peningkatan risiko infeksi , atau jangka panjang, yaitu peningkatan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Upaya pencegahan agar anak tidak terlahir prematur penting dilakukan sebelum kehamilan terjadi, atau saat ibu mempersiapkan kehamilan, hingga sepanjang periode kehamilannya.

Anak yang lahir prematur dapat memiliki kesempatan  tumbuh kembang yang sama asalkan tata laksananya tepat. Pemberian nutrisi sejak dini berdampak positif terhadap perkembangan syaraf otak, terutama pada anak yang sangat prematur. Pemantauan pertumbuhan anak menggunakan grafik pertumbuhan juga berperan penting untuk memastikan keberhasilan kejar tumbuhnya.

dr. M.  Azharry Rully S, Sp.A, Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi Rumah Sakit dr. Copto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan, “Meski lahir prematur, anak masih memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya. Ada tata laksana tertentu yang bisa diikuti dan diterapkan oleh orangtua dari anak prematur agar si kecil bisa mengejar ketertinggalan pertumbuhannya,”

Dia melanjutkan, anak prematur kehilangan masa pertumbuhan yang seharusnya terjadi saat masih dalam kandungan. Nutrisi yang diterima pada minggu-minggu awal setelah kelahiran diperlukan untuk membantu kejar tumbuh, sehingga mengurangi risiko terjadinya masalah dalam tumbuh kembang si kecil. Air susu ibu (ASI) sangat direkomendasikan karena memiliki nutrisi paling baik untuk anak prematur. Selain itu, dukungan dari keluarga lingkungan sekitar dalam merawat anak prematur menjadi faktor penting dalam perkembangan kesehatan anak.

Danone Indonesia menyelenggarakan diskusi “Bicara Gizi: Upaya Pencegahan dan Tata Laksana Anak Prematur Agar Tumbuh Kembang Optimal” yang menghadirkan dr. M. Azharry Rully S, Sp.A, Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Ali Sungkar, Sp.OG-KFM, Dokter Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal RSCM, Cynthia Lamusu, Penyanyi dan Celebrity Mom, serta Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia. Dalam diskusi ini terungkap bahwa anak terlahir prematur bisa tumbuh sehat dan ceria dengan nutrisi dan tata laksana yang tepat. (Foto: Dok. Prisma PR)

Berikut ini adalah tata laksana yang dapat diikuti orangtua dalam merawat anak prematur:

  1. Karena kondisi kesehatannya, anak prematur atau berat lahir rendah lebih rentan untuk mengalami hipotermia. Pastikan setelah memandikan, anak benar-benar kering dan segera selimuti untuk menjaga suhu tubuhnya.
  2. Ibu juga dapat mempraktikkan Metode Kanguru, yaitu menghangatkan anak baru lahir menggunakan suhu tubuh ibunya. Selain menghangatkan tubuh anak, metode ini dipercaya dapat meningkatkan berat badan bayi dengan cepat dan memperkuat ikatan antara ibu dan anak.
  3. Untuk menjaga berat badan anak setelah lahir, berikan ASI sesering mungkin walaupun waktu menyusuinya pendek, setidaknya sekali dalam 2 jam.
  4. Jika anak belum bisa menyusui, maka ASI perah dapat diberikan dengan peralatan pendukung seperti sendok atau gelas. Selain sebagai sumber nutrisi, ASI dapat meningkatkan imunitas dan perkembangan anak.

Acara Bicara Gizi kali ini juga menghadirkan Cynthia Lamusu, penyanyi sekaligus ibu dua anak kembar yang terlahir prematur, untuk berbagi pengalaman. “Tekanan darah saya yang tinggi menyebabkan kelahiran Tatjana dan Bima harus dilakukan lebih cepat dari seharusnya. Saat itu tekanan darah saya mencapai 170/100, sangat membahayakan untuk saya dan anak-anak jika tidak segera ditangani. Tatjana lahir dengan berat 2,12 kg dan Bima 1,24 kg. Tapi dengan dukungan yang baik dari tim dokter dan keluarga, serta pemenuhan nutrisi yang tepat, anak-anak saya dapat tumbuh dengan sehat dan ceria,” tutur Cynthia.

Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan anak harus dipenuhi dengan tepat, terlebih pada anak dengan kelahiran prematur, supaya bisa mengejar ketertinggalan tumbuh kembangnya. Peran serta orangtua dan penanganan medis melalui tata laksana yang tepat sangat penting menghindarkan anak mengalami kondisi malnutrisi.

“Bicara Gizi merupakan program edukasi Danone untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran nutrisi dalam mendukung kesehatan masyarakat di masa-masa penting kehidupan. Kami berharap program ini dapat mendukung para orang tua agar tidak kecil hati dan takut lagi dalam merawat anak prematur mereka agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” tutup Vera.

 

Apa Reaksi Kamu?