Nyamuk Lebih Suka Gigit Kamu Daripada Temanmu? Ini 5 Alasannya

Sofia
Sofia

Nyamuk Lebih Suka Gigit Kamu Daripada Temanmu? Ini 5 Alasannya Sumber: University of Melbourne

Winnetnews.com - Digigit nyamuk memang terasa menyebalkan. Ini tentu mengganggumu saat ingin bersantai menikmati udara terbuka. Yang lebih membuat dongkol lagi ketika hanya kamu yang susah payah garuk-garuk kulit sementara orang di sekitarmu baik-baik saja. Wah, kamu langsung menyangka bahwa nyamuk ternyata hanya menyerang orang tertentu saja. Rupanya tidak semua orang mendapat serangan nyamuk yang sama gencarnya.

Ternyata, ada penjelasan ilmiah mengapa ada orang yang lebih menggoda untuk dijadikan mangsa bagi nyamuk. Ini terutama ada hubungannya dengan komponen darah dan aroma yang dikeluarkan tubuh seseorang. Lebih lengkapnya, Winnetnews merangkum beberapa faktor mengapa seseorang lebih rentan digigit nyamuk.

1. Kamu bergolongan darah O

Elizabeth Tanzi, seorang dokter kulit di Washington DC menguak beberapa penyebab utama kerentanan seseorang terhadap gigitan nyamuk. 

“Kami masih belum sepenuhnya paham, mengapa atau apa hubungannya dengan golongan darah,” katanya melanjutkan seperti dilansir dari laman Women's Health. “Tapi biasanya golongan darah O yang lebih menarik bagi nyamuk,” kata Tanzi mengungkapkan.

Kemungkinan tersebut dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah A. Sementara golongan darah B pada penelitian ini berada di tengah-tengah.

Belum ada penjelasan ilmiah mengapa golongan darah O lebih menarik bagi nyamuk. Tetapi ternyata pada sebagian orang, golongan darah kita dapat ‘terbaca’ oleh nyamuk karena senyawa kimia yang terdapat pada kulit kita.

2. Kulitmu terlahir lebih sensitif terhadap gigitan nyamuk

Meski begitu, darah bukan satu-satunya hal yang membuat Anda menderita karena gigitan nyamuk. “Ada dua hal yang berperan di sini,” ujarnya. Tanzi mengatakan bahwa fakta mengungkap, beberapa kulit orang tertentu bereaksi lebih jelas daripada yang lain. Jika Anda memiliki kulit yang lebih sensitif, maka gigitan serangga bisa memicu pelepasan sel inflamasi ke daerah gigitan tersebut, mirip dengan reaksi gatal-gatal. 

“Ketika orang-orang tersebut digigit nyamuk, kulit mereka akan mengalami banyak pembengkakan,” katanya. Akibatnya adalah bekas merah-merah di kulit. 

Jadi, ketika beberapa orang digigit nyamuk lebih sering dari yang lain, beberapa lainnya melihat gigitan yang lebih banyak karena kulit mereka bereaksi lebih oleh gigitan nyamuk. 

Jika Anda salah satu orang yang kulitnya lebih mudah meradang, Anda bisa berjuang melawan nyamuk dengan antihistamin selain dengan obat semprotan nyamuk. 

“Mengonsumsi antihistamin beberapa hari sebelum Anda terkena (gigitan nyamuk) dapat menghindari pembengkakan,” kata Tanzi. “Histamin dapat menstabilkan di dalam sistem tubuh sehingga Anda tidak mendapatkan reaksi liar yang sama.” 

3. Kamu suka minum minuman beralkohol

Sebuah penelitian dalam Jurnal Asosiasi Pengendalian Nyamuk Amerika Serikat menemukan, nyamuk lebih suka mendarat di lengan subjek penelitian yang telah menyerap 350 mililiter bir. Namun, penelitian itu masih diragukan karena penelitian itu hanya melibatkan 13 peserta. 

“Iklim yang basah dan lembab adalah yang terburuk untuk nyamuk, terutama menjelang malam,” kata Tanzi. Dan jangan menggaruk gigitan nyamuk. “Jika digaruk, Anda bisa menimbulkan lebih banyak trauma di daerah kulit tersebut dan menyebabkan pembengkakan,” ujarnya.

4. Kamu habis berolahraga

Percaya atau tidak, berolahraga juga menjadikan kita sangat menarik bagi nyamuk, seperti dikutip dari Hello Sehat. Ini disebabkan oleh dua hal. Setelah berolahraga, kita cenderung menghasilkan lebih banyak karbondioksida karena biasanya seseorang akan bernapas lebih sering dan lebih cepat. Selain karbon dioksida, komponen lain dalam keringat yang dihasilkan oleh kelenjar keringat yaitu asam laktat, juga mengundang nyamuk untuk datang.

5. Kamu punya penyakit asam urat

Seperti dikutip dari WebMD, John Edman, PhD, seorang entomologis atau ahli serangga dari Entomological Society of America, menyatakan bahwa mereka yang memproduksi komponen asam tertentu seperti asam urat secara berlebihan rentan terhadap gigitan nyamuk. Ini karena substansi tersebut dapat memicu indera penciuman nyamuk, sehingga mengundang nyamuk untuk datang.

 

 

Penulis : Baiq Fevy Shofya Wahyulana
Editor : Baiq Fevy Shofya Wahyulana

Apa Reaksi Kamu?