Nyusul Kepler, Pesawat Antariksa Dawn Juga Pensiun

Rusmanto
Rusmanto

Nyusul Kepler, Pesawat Antariksa Dawn Juga Pensiun ilustrasi

WinNetNews.com - Belum lama ini, NASA telah mengumumkan bahwa salah satu teleskop luar angkasanya, yaitu Kepler, harus pensiun. Kini, giliran Dawn, pesawat antariksa yang bertugas untuk menjelajahi sabuk asteroid, harus pensiun dalam tugasnya.

Menariknya, alasan keduanya pensiun ternyata sama. Baik Kepler maupun Dawn sama-sama kehabisan bahan bakar di luar angkasa. Hal ini diketahui setelah pesawat antariksa tersebut melewatkan sesi komunikasi dengan NASA pada 31 Oktober dan 1 November yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Setelah mengeliminasi kemungkinan lain yang bisa menyebabkan Dawn melewatkan sesi tersebut, tim peneliti dari badan antariksa Amerika Serikat menyimpulkan bahwa pesawat luar angkasa itu kehabisan hidrazin. Itu adalah bahan bakar yang memungkinkan Dawn untuk mengatur ke mana ia menghadap.

Tanpa hidrazin, ia tidak bisa lagi mengarahkan antena miliknya ke Bumi agar dapat menjalin komunikasi. Lebih jauh lagi, pesawat antariksa ini juga tak mampu untuk mengarahkan panel surya miliknya ke arah Matahari agar bisa mengisi daya.

Menarik waktu mundur sedikit, Dawn diluncurkan 11 tahun lalu dengan tujuan untuk mengunjungi dua objek terbesar di sabuk asteroid, yaitu Vesta dan planet kerdil Ceres. Saat ini, posisinya berada di sekitar nama yang disebutkan terakhir. Diperkirakan ia akan tetap berada di sana selama berpuluh-puluh tahun.

Diorbitkan pada 2007, Dawn mencatatkan sejumlah rekor dalam perjalanan sejauh hampir 7 miliar kilometer yang muncul di odometer miliknya. Pada 2011, ketika baru sampai di Vesta, objek terbesar kedua di sabuk asteroid, ia menjadi pesawat antariksa pertama yang mengorbit benda angkasa di dalam kawasan di antara Mars dan Jupiter itu.

Lalu, pada 2015, hal serupa juga terjadi ketika ia menyambangi Ceres yang merupakan objek terbesar di sabuk asteroid. Dawn jadi yang pertama bisa mengunjungi planet kerdil sekaligus mengorbitnya.

"Permintaan yang kami bebankan ke Dawn sangat besar, tapi dia bisa menghadapi tantangan setiap waktu. Sulit untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pesawat luar angkasa yang luar biasa ini, tapi ini sudah waktunya," ujar Mission Director dan Chief Engineer untuk Dawn, Marc Rayman.

Data yang diberikan Dawn sendiri memungkinkan para peneliti untuk membandingkan dua objek mirip planet yang sangat berbeda dalam hal berevolusi. Selain itu, informasi dari Dawn juga menunjukkan betapa pentingnya sebuah lokasi bagi objek di awal-awal lahirnya sistem Tata Surya untuk terbentuk dan berevolusi.

Kini, Dawn akan tetap berada di orbit Ceres paling tidak selama 20 tahun. Bahkan, para peneliti 99% yakin ia bisa bertahan paling tidak untuk jangka waktu 50 tahun.

 

 

 

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul "Kehabisan 'Bensin', Penjelajah Sabuk Asteroid NASA Pensiun"

Apa Reaksi Kamu?