Obama Meminta Turki dan Rusia Berhenti Bermusuhan

Obama Meminta Turki dan Rusia Berhenti Bermusuhan

Minggu, 6 Des 2015 | 19:30 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, meminta Rusia dan Turki menghentikan pertikaian dan fokus pada musuh utama, yaitu kelompok militan Negara Islam (Islamic State/IS).

“Kita semua memiliki musuh bersama dan itu adalah ISIL (sebutan lama kelompok IS, red), dan saya ingin memastikan kita fokus pada ancaman itu,” kata Obama, disela-sela KTT Perubahan Iklim, yang berlangsung di Le Bourget, Prancis, Selasa.

Seperti dilansir Detik, pernyataan tersebut, disampaikan setelah Obama mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, disela-sela acara KTT Perubahan Iklim.

Obama mengatakan, dirinya yakin Rusia akan segera mengubah taktik memerangi IS di Suriah dan kembali pada solusi politik untuk mengakhiri konflik di negara itu, setelah sekian lama mendukung rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Dia menegaskan, AS mendukung hak Turki untuk membela diri dan wilayah udaranya. Namun Obama meminta Turki menemukan cara untuk menghindari terulangnya insiden penembakan jet tempur Rusia, pada 24 November lalu.

Seruan serupa juga disampaikan kepala NATO, Jens Stoltenberg. Dia meminta Turki dan Rusia berkordinasi untuk menghindari insiden penembakan jet dan fokus memerangi IS yang telah menebar ancaman ke berbagai belahan dunia.

Menanggapi pernyataan Obama, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pihaknya bersedia melakukan langkah diplomasi untuk menghindari ketegangan dengan Rusia. Namun sejauh ini, belum ada respon Presiden Rusia, Vladimir Putin atas seruan Obama tersebut.

Sebelumnya, Putin menolak permintaan Erdogan untuk bertemu disela-sela KTT Perubahan Iklim, di Paris, guna membahas insiden penembakan jet tempur Rusia Su-24, di wilayah Suriah, yang telah menewaskan pilot Oleg Peshkov.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...