Ocehan Ahok Pasca di Audit BPK

Ocehan Ahok Pasca di Audit BPK

WinNetNews.com - Ahok sempat dibuat kesal saat diperiksa oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terkait dengan pemeriksaan kasus pembelian lahan RS Sumber Waras. Pasalnya orang nomor satu di DKI Jakarta itu ingin agar ketika dirinya diperiksa oleh BPK secara terbuka, dengan merekam semua proses pemeriksaan hingga akhir. Namun BPK melarang pihak Ahok untuk melakukan perekaman.

"Mereka pengen tidak ada video lho waktu melarang saya di dalam. Saya paksain kan, sampai yang di luar ngotot cari peraturan yang enggak jelas juga. Ya sudah daripada saya tolak, langsung pidana lho," ungkap Ahok.

"Terus di dalam staf saya enggak boleh masuk, enggak boleh bantuin. Saya marah, saya ke luar. Terus waktu menandatangani berita acara, pasti saya marah enggak mau tanda tangan dong. Masa staf saya enggak boleh bantu baca? Pasti saya keluar. (Tapi) Aku enggak (begitu). Aku baca, tanda tangani aja," lanjut mantan Bupati Belitung Timur itu.

Ahok menilai, tindakan tidak menyenangkan yang diterima olehnya itu adalah suatu bentuk jebakan yang dilakukan oleh BPK, untuk memancing dirinya agar marah. Namun, Ahok tidak terpancing sama sekali. Ahok merasa bahwa dirinya telah sembuh karena belajar dari pengalaman. Selama ini Ahok memang sering diprotes publik, lantaran sering sekali mengeluarkan kata-kata kotor ketika Ahok sedang marah.

 

"Mereka tuh udah jebak seperti itu. Makanya kemarin saya ke luar, saya senyum-senyum aja kan. Kalau saya ribut di luar gimana? Dibilang menghina BPK. Ya sudah gua senyum-senyum aja lah. Dalam hati saya, kena lu kemarin," tutup Ahok.

Kemarin (23/11/15) Ahok telah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 9 jam oleh BPK. Dalam kasus ini, Tim BPK awalnya menemukan dugaan kerugian negara dari pembelian lahan RS Sumber Waras sebesar ratusan miliar rupiah. BPK ingin mencocokan 70 temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) lembaganya terhadap DKI Jakarta. Di antara 70 temuan itu, sebagian adalah hasil pemeriksaan kontrol internal dan sisanya adalah pemeriksaan kepatuhan. LHP itu sudah selesai sejak Juli lampau.

Ahok diperiksa 12 orang tim investigasi BPK. Pemeriksaan itu dilakukan secara tertutup dan rahasia. Meski demikian, Ahok merasa langkah BPK terlalu tendensius dalam menyelidiki dugaan korupsi dalam pembelian lahan di RS Sumber Waras. Namun akhirnya, Ahok pun patuh dan bersedia untuk memenuhi panggilan tim BPK.