OJK Akan Menurunkan Pungutan

OJK Akan Menurunkan Pungutan

WinNetNews.com - Berita bahagia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menurunkan pungutan bagi emiten, anggota bursa, dan broker. Penurunan pungutan ini dilakukan melalui revisi beleid Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2014 tentang Pungutan oleh OJK. Seperti dilansir dari Kontan, ini baru rencana.

Sebelumnya, OJK memberlakukan pungutan 0,02% dari nilai emisi emiten. Nilainya minimal Rp 10 juta dan maksimal Rp 100 juta di 2014. Sedangkan di tahun depan pungutannya meningkat 0,03% dari nilai emisi dengan minimal Rp 15 juta dan maksimal Rp 150 juta.

Untuk diketahui, saat ini, terkait pungutan yang dikenakan kepada industri keuangan diatur dalam Peraturan Pemerintah No.11/2014 tentang Pungutan Otoritas Jasa Keuangan. Dalam aturan yang diundangkan di Jakarta, 12 Februari 2014 itu, perusahaan di sektor jasa keuangan wajib membayar sejumlah uang yang dipungut OJK.

Perusahaan itu termasuk yang bergerak di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya.  Saat ini OJK masih dalam tahapan pembahasan dengan Menteri Keuangan. Revisi PP tersebut bukan hanya menurunkan iuran. Nantinya, perhitungan iuran wajib turut diubah berdasarkan ekuitas perusahaan. OJK juga akan melakukan diskusi dengan asosiasi terkait revisi PP pungutan itu. Ia berharap, revisi PP dapat segera selesai. Sehingga di tahun depan, nilai pungutan yang dibebankan emiten, anggota bursa, dan broker sudah bisa berubah.