OJK: Keuangan Syariah Sokong Pembiayaan Infrastruktur

OJK: Keuangan Syariah Sokong Pembiayaan Infrastruktur

WinNetNews.com - Industri keuangan syariah bisa menjadi sumber alternatif pembiayaan infrastruktur hal ini diyakini oleh Otoritas Jasa Keuangan ( OJK). Mengingat sejak 2008, industri keuangan berbasis hukum Islam tersebut rata-rata tumbuh 17,5 persen per tahun.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad mengatakan, "Dengan volume aset finansial besar sudah diatur sesuai dengan prinsip syariah, yang diperkirakan sekitar USD 2 triliun di akhir 2014, keuangan syariah sudah menjadi bagian signifikan di ekonomi global dan perkembangan keuangan."

International Conference on Islamic Finance 2015 yang diselenggarakan di Jakarta, merupakan gelaran bersama antara OJK, World Bank, dan Islamic Development Bank (IDB).

Kendati demikian, Muliaman mencatat ada sejumlah pekerjaan rumah harus dilakukan industri keuangan syariah sebelum terlibat dalam pembiayaan infrastruktur. Diantaranya, peningkatan kualitas tenaga kerjanya.

"Artinya, kami membutuhkan ahli keuangan perbankan, sindikasi keuangan, atau pembiayaan sukuk dari capital market . Termasuk ahli dalam manajemen resiko keuangan, seperti mitigasi risiko dari asuransi," jelasnya.

Kemudian, penciptaan produk keuangan syariah sesuai karakter pembiayaan infrastruktur. "Kami butuh skala institusi keuangan syariah yang besar dengan modal yang kuat, untuk skala keuangan yang besar dan proyek infrastruktur yang lebih panjang. Dalam hal ini, berbagai langkah harus diselesaikan."

Dilansir dari Merdeka, Kamis (12/11/2015).