Skip to main content

OJK: Lesunya Perekonomian Tidak Ada Bank Kekurangan Modal

OJK: Lesunya Perekonomian Tidak Ada Bank Kekurangan Modal
OJK: Lesunya Perekonomian Tidak Ada Bank Kekurangan Modal

Jakarta - Lesunya perekonomian yang kini dirasakan dalam negeri dari berbagai sektor untuk itu Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) memastikan tidak ada bank dalam negeri yang kondisi permodalannya dalam batas tidak aman alias cekak akibat lesunya perekonomian.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, rata-rata tingkat rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) bank konvensional maupun syariah saat ini sebesar 12-14%. Angka ini dinilai masih jauh di atas batas minimum sebesar 8%.

"Tidak ada bank kekurangan modal semua memenuhi batas minimum, modal berdasarkan aturan CAR cukup 8%, tapi kita pengen 14%, jadi yang dimaksud kurang itu, kurang dari 14% bukan 8%," jelas dia saat ditemui di acara Seminar Internasional Industri Keuangan Non Bank (IKNB), di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Senin (7/9/2015).

Meskipun begitu, Muliaman mengatakan, perlambatan ekonomi tentu menekan angka pertumbuhan kredit perbankan. Untuk itu, perlu dijaga agar penyaluran kredit tetap tumbuh dengan baik.

"Semakin bagus CAR nya semakin baik, kita memperkuat dari masing-masing bank untuk menghadapi dinamika ekonomi yang ada, kita tetap harus balance dan kita dorong mediasi sehingga kredit tetap tumbuh dengan kekuatan modal yang baik," kata Muliaman.

Dia menambahkan, dengan penyaluran kredit yang hati-hati diharapkan kualitas kredit tetap terjaga. Target penyaluran kredit 12-13% di tahun ini bisa dicapai dengan baik.

"Saya tahu ini tidak mudah dan bank-bank mengantisipasi ini. Kami menduga dengan kondisi permodalan yang besar semua sudah well anticipated dan ini bisa menjadi buffer, target kredit bisa

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top