OJK rilis 34 perusahaan investasi ilegal di Indonesia

OJK rilis 34 perusahaan investasi ilegal di Indonesia

Sabtu, 20 Agt 2016 | 19:49 | Rike
WinNetNews.com-Investasi ilegal yang menjerat masih menyebar luas di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meneruskan untuk bergerak memberantas investasi bodong yang ada itu. Aksi terbaru, OJK meluncurkan Investor Alert Portal (IAP). Yakni portal website berisi perusahaan investasi keuangan yang tak terdaftar di OJK.

Hasil penelusuran terbaru OJK menyebut, terdapat 163 kegiatan investasi yang tak jelas otoritas pengawasnya. Data itu diperoleh setelah menindaklanjuti 430 pertanyaan yang masuk ke OJK melalui Layanan Konsumen per 11 Juni 2016. "Dari 163 penawaran investasi tersebut, OJK telah memuat 34 penawaran investasi di dalam IAP dan akan diperbarui secara berkala melalui koordinasi dengan Satuan Tugas Waspada Investasi dan otoritas berwenang lainnya," ujar Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S Soetiono, dalam pernyataan resmi Kamis (18/8) lalu.

Publik dapat mengakses daftar perusahaan investasi yang masuk IAP lewat http://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/AlertPortal/Home. Portal IAP ini dapat menjadi rujukan masyarakat sebelum putuskan berinvestasi. Lukas Setia Atmaja, Financial Expert Prasetiya Mulya Business School, mengatakan bahwa memberantas investasi bodong tidaklah mudah. Dia mengacungkan jempol untuk langkah OJK yang merilis portal berisi daftar investasi yang patut diwaspadai. "Ini salah satu langkah preventif agar masyarakat tidak terjebak dalam investasi bodong," ucap dia.Portal tersebut perlu disosialisasikan dengan gencar ke masyarakat. Ini dilakukan supaya publik waspada berinvestasi. Agar portal IAP efektif, OJK haruslah sering perbarui informasi di layanan IAP.

Lukas melihat, langkah preventif lebih diperlukan saat ini ketimbang dengan destruktif. Maklum, belum ada kejelasan terkait sanksi pada orang yang terbukti menawarkan investasi bodong. "Seperti kasus MMM, tidak ada pusnishment dari sisi legal meski sudah merugikan banyak orang," terang Lukas. Demi tekan investasi bodong, Lukas memberi saran, OJK menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika guna memblokir situs investasi bodong.


TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...